NEWS
Salin Artikel

Aniaya Kades, Kepala Dusun di Kupang Terancam 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Maksen melaporkan FGBM, Kepala Dusun IV Oelkuku, Desa Kuimasi, karena kasus dugaan penganiayaan.

"Kasus penganiayaan sudah dilaporkan ke Polsek Fatuleu sesuai dengan laporan polisi nomor LP/B/39/VII/2022/Polsek Fatuleu/Polres Kupang," ujar Kaur Bin Ops Satuan Reskrim Polres Kupang Ipda Kuswantoro, kepada sejumlah wartawan, Selasa (16/8/2022).

Kuswantoro menuturkan, kasus penganiayaan itu bermula ketika Maksen selaku Kepala Desa Kuimasi menanyakan kepada staf, terkait keberadaan FGBM.

"Korban menanyakan apakah pelaku masuk kantor atau tidak," ujar dia.

Beberapa staf lalu menjawab, FGBM tidak masuk kantor tanpa berita selama dua hari berturut-turut.

Mendengar itu, korban kemudian menyuruh staf membuat surat panggilan untuk FGBM, agar datang ke kantor Desa Kuimasi keesokan harinya.

Maksen ingin menanyakan alasan apa, FGBM tidak masuk kantor selama dua hari. Setelah menerima surat panggilan itu, FGBM lalu mendatangi rumah korban Maksen.

"Setelah dipersilahkan masuk ke dalam rumah korban, pelaku menanyakan maksud apa korban selaku kepala Desa Kuimasi memberikan surat panggilan kepada dirinya," kata dia.

Maksen menjelaskan, dia ingin menanyakan langsung alasan FGBM tak masuk kantor.

"Tidak terima dengan penjelasan korban, kemudian pelaku mendorong dengan kedua tangannya ke arah dada korban;" ujar Kuswantoro.

Setelah itu, FGBM memukul korban sebanyak dua kali menggunakan ponsel pintar yang ada di tangan kanannya. Pukulan itu mengenai dada korban.

"Setelah itu handphone android milik tersangka jatuh di lantai," kata dia.

Tak cukup sampai di situ, Frans kembali memukul atasannya itu menggunakan kepalan tangan di bagian dada sebanyak dua kali.

Akibatnya, korban mengalami luka lecet dan memar pada bagian dadanya. Tak terima, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Fatuleu.

Usai menerima laporan, polisi lalu mengamankan pelaku di rumahnya. Pelaku pun telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara selama dua tahun delapan bulan.

Berkas perkara tersangka telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Oelamasi Kabupaten Kupang, untuk proses hukum lebih lanjut.

https://regional.kompas.com/read/2022/08/16/202105078/aniaya-kades-kepala-dusun-di-kupang-terancam-2-tahun-8-bulan-penjara

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan

Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.