NEWS
Salin Artikel

Lengkap! Ini Daftar Harga Tiket Wisata di Kawasan Taman Nasional Komodo

KOMPAS.com - Taman Nasional Komodo adalah salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 6 Maret 1980.

Pengelolaannya berada di bawah Balai Taman Nasional Komodo yang merupakan Unit Pelaksana Tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Taman Nasional Komodo juga merupakan lokasi wisata populer di mana wisatawan bisa mengunjungi habitat asli bagi sekitar 2.500 satwa biawak komodo (Varanus komodoensis).

Taman Nasional Komodo memiliki tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Ada juga pulau-pulau kecil, diantaranya Pulau Gili Motang dan Pulau Nusa Kode.

Harga Tiket Wisata di Kawasan Taman Nasional Komodo

Untuk mengunjungi lokasi ini, wisatawan perlu mengetahui besaran tarif karcis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Taman Nasional Komodo yang sesuai dengan regulasi.

Pemungutan karcis PNBP di Balai Taman Nasional Komodo diatur dalam Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2014 Tentang Tarif dan Jenis PNBP yang Berlaku di Kementerian Kehutanan.

Sobat Komodo dapat mengunjungi destinasi wisata alam di Taman Nasional Komodo dengan membayar besaran pungutan sesuai dengan yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah tersebut.

Dilansir dari Instagram @btn_komodo berikut adalah harga tiket di kawasan Taman Nasional Komodo.

Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

Sebelum masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo, wisatawan harus membeli tiket masuk dengan harga:

  • Wisatawan WNI dikenakan tarif Rp 5.000/orang/hari untuk hari Senin-Sabtu, serta Rp 7.500/orang/hari pada Minggu/Hari Libur Nasional.
  • Wisatawan WNA dikenakan tarif Rp 150.000/orang/hari untuk hari Senin-Sabtu, serta Rp 225.000/orang/hari pada Minggu/Hari Libur Nasional.

Harga Paket Trekking dan Wildlife Viewing Taman Nasional Komodo

Tiket ini dibeli dalam satu paket termasuk untuk kawasan Loh Liang - Pulau Komodo, Loh Buaya - Pulau Rinca, dan Padar Selatan - Pulau Padar. 

Tarif trekking di kawasan Taman Nasional Komodo adalah Rp 5.000/orang/hari/lokasi, sementara tarif wildlife viewing Rp 10.000/orang/hari/lokasi

Tarif Aktivitas Air di Taman Nasional Komodo

Beberapa aktivitas air favorit antara lain adalah snorkeling, diving dan sport fishing. Berikut adalah harga tiketnya:

  • Tarif Snorkeling di Taman Nasional Komodo adalah Rp 15.000/orang/hari.
  • Tarif Diving di Taman Nasional Komodo adalah Rp 25.000/orang/hari
  • Tarif Sport Fishing (catch and release) di Taman Nasional Komodo adalah Rp 25.000/orang/hari dengan syarat SIMAKSI.

Tarif Fotografi di Taman Nasional Komodo

Untuk berfoto di kawasan di Taman Nasional Komodo tentunya wisatawan akan dikenakan tiket tambahan.

Tiket fotografi ini juga berlaku untuk pemotretan satwa malam (nocturnal) dengan pendampingan khusus petugas atau naturalist guide.

Tarif aktivitas fotografi di Taman Nasional Komodo adalah Rp 250.000/paket.

Selain membayar tiket, seluruh pengunjung Taman Nasional Komodo juga harus melakukan registrasi online melalui website https://registration.labuanbajoflores.id/ atau WhatsApp +62811-2222-2542.

Sumber:
Instagram @btn_komodo 
registration.labuanbajoflores.id

https://regional.kompas.com/read/2022/08/03/170610378/lengkap-ini-daftar-harga-tiket-wisata-di-kawasan-taman-nasional-komodo

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.