Salin Artikel

Joki Cilik Muncul di Iklan MXGP, Aktivis Anak Kecam Gubernur NTB

Dalam video berdurasi 4 menit 34 detik tersebut, diawali dengan sebuah lagu Sumbawa berjudul Bulan Pasatotang dengan suara khas Rian Rusliansyah yang diiringi musik pereret khas Sumbawa.

Terlihat Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengendarai motor cross beradu kecepatan dengan joki cilik. Kemudian pada menit ke 3:47, gubernur mengangkat si joki cilik ke atas motornya dan iklan pun berakhir.

Joki cilik berkostum biru itu terlihat tak mengenakan perlindungan sesuai standar, mulai dari bagian kaki hingga penutup kepala yang terkesan seadanya.

Kemunculan joki cilik itu pun dikecam keras oleh aktivis peduli anak.

Ketua Koalisi Anti Joki Cilik, Yan Mangandar, menyayangkan munculnya joki cilik dalam iklan yang merupakan ajang internasional tersebut.

Sesuai pernyataan Kementerian Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), hingga Kementerian Hukum dan HAM bahwa keberadaan joki cilik telah melanggar HAM. 

"Kami sangat menyayangkan munculnya joki cilik. Jujur saja ini suatu hal yang sangat memalukan. Sudah sangat jelas sesuai statement Kementrian PPA, KPAI dan Kemenkumham NTB ini adalah pelanggaran HAM," ujar Yan, Kamis (9/6/2022).

Yan mengaku kecewa dengan sikap Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang tetap menayangkan dan membiarkan iklan MXGP muncul.

"Kami berharap iklan itu dihapus, dan tidak lagi ditayangkan di papan reklame LED di depan kantor gubernur NTB," kata Yan.

Menurut Yan, iklan MXGP di YouTube yang menunjukkan joki cilik itu juga telah beredar luas. 

Ia mengatakan, Gubernur NTB sebenarnya ingin mengatur keamanan para joki cilik tersebut sejak 2019. 

Namun nyatanya dalam ikaln tersebut justru sama sekali tidak ada upaya untuk memberikan keamanan. 

Yan menilai, Gubernur NTB seolah tak menunjukkan keinginan serius untuk mengatur regulasi joki cilik. 

"Lihat saja pakaiannya, penutup wajahnya, helm yang dikenakannya, pelindung lutut tidak ada yang sesuai standar, kami benar-benar kecewa, ini eksploitasi anak," tekan Yan.

Sejak kematian SB (6) joki cilik asal Bima yang meninggal karena terjatuh dan terinjak kudanya pada 2019, Gubernur NTB sudah berjanji akan mengatur regulasi joki cilik.

Yan mengatakan, negara-negara maju yang melihat iklan itu akan menertawakan Indonesia karena menempatkan anak anak pada posisi yang berbahaya meski di dalam iklan.

"Ini kemunduran untuk negara karena tidak memberi perlindungan pada anak-anak. Apalagi KPAI dan Kementrian PPA telah menyatakan dengan tegas bahwa mengunakan anak sebagai joki adalah eksploitasi," tegasnya.

Tanggapan Gubernur

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, sesuai aturan PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia), permasalahan joki cilik itu akan selesai dengan sendirinya.

Sebab, nantinya ada aturan standar terkait umur dan berat badan bagi joki.

"Dengan peraturan Pordasi, secara bertahap joki kecil ini akan hilang," katanya.

Untuk itu, ia meminta masalah tersebut tak dibesar-besarkan agar tak menimbulkan kegaduhan karena pasti menimbulkan pro dan kontra. 

"Yang gitu-gitu nggak usah dibesar-besarkan. Nanti tambah gaduh lagi," ucapnya. 

https://regional.kompas.com/read/2022/06/09/203322878/joki-cilik-muncul-di-iklan-mxgp-aktivis-anak-kecam-gubernur-ntb

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke