Salin Artikel

Polisi di Papua Dikeroyok dan Dipukul, Bermula Datangi Pertemuan Tertutup ULMWP, 2 Tokoh Ditangkap

Peristiwa bermula saat polisi mendatangi pertemuan tertutup kelompok tersebut di rumah Ketua Dewan ULMWP Buchtar Tabuni.

"Para pelaku sedang melakukan pertemuan tertutup, ketika didatangi anggota terjadi pengeroyokan terhadap anggota," kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav Urbinas, Kamis.

Datang memberi imbauan

Mengetahui adanya pertemuan yang diduga melanggar ideologi negara, anggota polisi bernama Briptu Dedi Hermawan datang dan berniat memberi imbauan kepada pemilik rumah.

Justru tujuh orang yang ada dalam pertemuan tersebut menyerang dan mengeroyok polisi. Ketujuh orang tersebut akhirnya ditangkap.

Dua di antaranya adalah tokoh ULMWP, Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo.

Dalam penangkapan itu, sempat terjadi baku hantam yang menyebabkan dua polisi terluka.

"Ada dua anggota kami kena pukul begitu juga dari kelompok itu, namun semuanya baik-baik saja," ungkapnya.


Tidak ditahan

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakiri membenarkan adanya penangkapan tokoh  ULMWP.

"Benar ada penangkapan Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo beserta lima orang lainnya," ujar Fakiri.

Tujuh orang tersebut tidak ditahan dan akan dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.

UMLWP merupakan salah satu dari dua organisasi yang disebut oleh mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mendalangi kerusuhan di Kota Jayapura dan Jayawijaya pada 2019.

Satu organisasi lainnya adalah Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

https://regional.kompas.com/read/2022/03/24/163847478/polisi-di-papua-dikeroyok-dan-dipukul-bermula-datangi-pertemuan-tertutup

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke