Salin Artikel

Pengoplos Gas Elpiji Ditangkap, Pelaku Hasilkan Rp 40 Juta Per Bulan

Pria berinisial SR alias John (45) ini menyuntikkan gas dari dalam tabung elpiji 3 kilogram ke dalam tabung gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan selang regulator yang telah dimodofikasi dan es batu sebagai alat pendingin.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan pelaku melakukan tindakan ilegal itu di sebuah rumah di daerah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

"Jadi gas elpiji di tabung 'melon' 3 kilogram yang subsidi, disuntikkan isinya ke tabung yang non subsidi yaitu 5,5 kilogram dan 12 kilogram," kata Luthfi saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (22/2/2022).

Setelah proses penyuntikan, lalu gas elpiji itu ditimbang dengan menggunakan timbangan gantung digital.

Selanjutnya, gas elpiji dijual ke masyarakat lebih murah dari pasaran dengan harga Rp 120.000 sampai Rp 125.000.

Luthfi mengungkapkan agar tak diketahui aksinya, pelaku melakukan penyuntikkan itu dengan berpindah-pindah tempat kontrakan.

"Kami imbau masyarakat tolong cek dan ricek dan final cek terkait gas elpiji. Laporkan apabila ada kecurigaan masyarakat," ungkapnya.


Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Johanson R Simamora menambahkan gas elpiji subsidi yang disuntikan itu dijual dengan harga gas elpiji nonsubsidi.

"Jadi keuntungan bisa dua kali lipat dari harga subsidi. Omzetnya per bulan Rp 40 juta," ujarnya.

Diketahui kegiatan penyuntikan tersebut dilakukan sejak Oktober 2021 sampai sekarang.

Polisi mengamankan barang bukti berupa ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram, 5,5 kilogram dan 12 kilogram, timbangan gantung dan satu unit mobil pikap sebagai sarana pelaku mengangkut tabung gas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-undang (UU) nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana diubah dalam pasal 40 angka 9 UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Selain itu, Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman pidana penjara paling lama selama-lamanya 6 bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000.

Tersangka juga bakal dijerat Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan b UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

https://regional.kompas.com/read/2022/02/22/183305178/pengoplos-gas-elpiji-ditangkap-pelaku-hasilkan-rp-40-juta-per-bulan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke