Salin Artikel

Legenda Pesut Mahakam: Perwujudan Kakak Beradik yang Menceburkan Diri ke Sungai

KOMPAS.com - Indonesia diketahui menjadi habitat lumba-lumba air tawar atau biasa disebut dengan pesut.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan hewan endemik yang hanya hidup di perairan Sungai Mahakam.

Kemunculan pesut Mahakam menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal dan wisatawan yang kebetulan melihatnya.

Legenda Pesut Mahakam

Dalam sebuah legenda, keberadaan pesut Mahakam disebut sebagai jelmaan kakak beradik yang mencari orang tuanya.

Meski legenda ini memiliki berbagai versi, namun ada satu yang kerap diceritakan oleh masyarakat setempat.

Hal ini berawal dari kisah sebuah keluarga yang ditinggal mati sang ibu karena terserang penyakit.

Kemudian sang ayah yang merasa kerepotan mengurus anak-anak sendirian kemudian menikah lagi.

Meski di depan ayah mereka sang sang ibu tiri terlihat baik, namun sebenarnya ia berlaku jahat kepada kakak beradik tersebut.

Suatu hari, sang ibu menyuruh kakak beradik tersebut untuk mencari kayu bakar di hutan.

Namun ketika mereka kembali ke rumah, sang ayah dan ibu tirinya telah pergi dengan membawa semua barang-barang.

Kakak beradik tersebut kemudian memutuskan pergi untuk mencari ayah dan ibu tirinya hingga ke desa.

Sesampai di rumah ayah dan ibu tirinya, kakak beradik yang kelaparan kemudian memakan nasi panas yang ada di dalam periuk.

Karena kepanasan, keduanya berlarian dan memeluk batang-batang pisang hingga layu.

Sampai di sungai, kakak beradik itu menceburkan diri dan berubah menjadi dua ekor pesut.

Sang ayah yang keheranan menemukan anaknya berubah menjadi pesut menyesal karena keputusannya.

Pesut Mahakam Merupakan Hewan Endemik

Pesut Mahakam ternyata tidak hanya menjadi sebuah hewan legenda namun memang bisa ditemukan di Kamlimantan Timur.

Melansir laman Kemendikbud, hewan endemik Kalimantan ini bisa ditemukan di perairan Danau Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Danau Semayang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Danau Melintang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) memiliki penampakan khas dengan tubuh polos berwarna abu-abu, dahi yang bundar, dan tidak memiliki moncong seperti lumba-lumba pada umumnya.

Sirip punggung pesut Mahakam berbentuk kecil membundar di belakang punggung dan sirip dadanya membulat dan lebar.

Panjang tubuh pesut ini antara 1,5 hingga 2.8 meter dengan berat antara 114 hingga 133 kilogram.

Pesut Mahakam merupakan predator bagi ikan, moluska, dan hewan krustasea.

Melansir laman KKP, Pesut Mahakam hidup secara berkelompok, dan bersosialisasi dengan kelompok pesut lainnya.

Dalam satu kelompok biasanya terdiri dari 3 hingga 6 ekor Pesut Mahakam, sehingga penduduk biasa melihat mereka muncul secara bersamaan.

Pesut yang bernapas dengan paru-paru muncul ke permukaan untuk menghirup udara sebelum kembali menyelam ke dalam air.

Uniknya pesut Mahakam tidak memiliki predator alami, namun justru seringkali mati karena terperangkap jaring nelayan sehingga kehabisan napas.

Selain itu, menyusutnya populasi pesut Mahakam juga terkait pencemaran berat akibat aktivitas tambang dan perkebunan di sepanjang sungai.

Polusi suara akibat aktivitas di pinggir sungai tersebut juga mengganggu sonar pesut Mahakam ketika berenang bersama kelompoknya sehingga beberapa pesut tersesat bahkan menabrak perahu.

Belum lagi ulah beberapa warga yang membuang sampah dan limbah ke sungai terutama plastik yang kemudian tertelan dan menyebabkan kematian pesut Mahakam.

Melansir Indonesiabaik.id, pesut Mahakam kemudian ditetapkan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya serta PP Nomor 7 Tahun 1999.

Sumber:
repositori.kemdikbud.go.id 
kkp.go.id 
indonesiabaik.id 
antaranews.com 

https://regional.kompas.com/read/2022/02/08/173141778/legenda-pesut-mahakam-perwujudan-kakak-beradik-yang-menceburkan-diri-ke

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke