NEWS
Salin Artikel

Endah Tewas Ditusuk Suami, Pelaku Kabur dengan Bawa Pisau lalu Jemput Anak, Ini Kronologinya

Ia tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, Kanipah alias Andre (33) pada Kamis siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebelum kejadian, Endah sempat mengantarkan makanan ke tetangga kos, Yuni. Tak berselang lama, Yuni mendengar pertengkaran dan teriakan korban yang meminta tolong.

Yuni pun bergegas ke kamar kos korban, namun ia tak berani masuk karena melihat Endah dipukuli oleh suaminya yang juga sedang membawa pisau.

Melihat hal tersebut, Yuni berlari meminta pertolongan warga sekitar.

Saat warga mulai berdatangan ke lokasi, Yuni sempat melihat pelaku melarikan diri dengan membawa pisau.

Sementara Endah ditemukan tewas tengkurap di lantai bersimbah darah penuh luka.

"Saksi bermaksud melihat kejadian di rumah itu namun sampai di depan rumah melihat suami korban lari sambil membawa pisau dan kondisi korban sudah bersimbah darah dengan posisi tengkurap di lantai," jelasKasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbatoruan, Sabtu (15/1/2022).

Kondisi pakaian Andre penuh dengan noda darah dan ia terlihat menangis. Ia datang ke rumh mertuanya untuk menjemput anaknya yang berusia empat tahun untuk dibawa kabur.

"Saksi lainnya sekitar pukul 13.00 WIB melihat suami korban datang ke rumah orangtua korban dengan maksud menjemput anaknya dengan keadaaan noda darah di baju dan celananya. Ketika ditanya kenapa hanya dijawab geleng geleng dan sambil menangis pergi membawa anaknya dan pergi dari rumah mertua," jelas Donny.

Belakangan ia diketahui telah membuang pisau yang digunakan untuk membunuh istrinya.

Pisau yang menjadi barang bukti itu berhasil ditemukan oleh petugas Polsek Semarang Barat di sebuah lapangan bulu tangkis yang tak jauh dari lokasi pembunuhan.

"Korban berantem dengan suami terus korban ditusuk pisau. Ada lebih 5 tusukan. Dia (pelaku) pergi naik motor buang pisau, jemput anak di rumah mertuanya," kata dia.

Baru dua minggu kos

Ketua RT II, Martoyo mengatakan korban dan suaminya baru 2 minggu tinggal di kos tersebut. saat tinggal, mereka berdua telah lapor ke pihaknya sebagai RT.

Rencananya, Martoyo akan mengenalkan Endah dan suaminya saat pertemuan warga yang akan digelar pada pekan depan.

"Korban bersama suaminya mau diperkenalkan warga besok Minggu depan," kata dia.

Sementara itu pemilik rumah kos, Eny Ekowati mengatakan korban yang menyewa rumah kosnya merupakan mantan muridnya. Korban telah berkeluarga dan memiliki dua anak.

"Korban bersama suaminya tinggal di kosan itu pada 1 Januari lalu," ujar dia.

Selama kos di tempatnya, Eny mengaku tak mengetahui adanya permasalah rumah tangga menimpa korban.

Bahkan dia menyambangi saat korban pindah ke rumah kos miliknya.

"Rumah saya di RT 07 rumah kos saya RT 11 saya sibuk sekali. Jadi tidak nyambangi. Setahu saya dia datang membayar kosan dan mau ditempati. Dia bawa apa saja saya juga tidak tahu," kata dia.

Menurutnya, kedatangan Andre diketahui oleh saudara sepupunya. Saat itu kondisi tangan Andre berlumurah darah.

Ia datang dan langsung membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun.

"Tadi saudara saya bilang lek Andre tangane metu getehe dan anake digowo (mas Andre tangannya penuh darah anaknya dibawa) dan yang lihat pelaku langsung pergi. Waktu itu saya lagi dibelakang," ujar Suprapti.

Setelah Andre pergi membawa anaknya, beberapa kerabat mengejarnya.

Di SPBU, menurut Suprapti, suaminya sempat bertemu Andre sedang cuci tangan dengan kondisi tangan berlumuran darah.

"Tadi ketemu suami saya ketemu pelaku di SPBU tangannya penuh darah dan sedang cuci tangan. Suami saya mengiranya pelaku jatuh dan tidak tahu kalau habis menusuk adik saya," ujarnya.

Saat melihat pelaku, suami bersama saudaranya langsung mengejar dan mengambil anaknya untuk dibawa pulang ke rumah.

"Suami saya sempat mengambil anaknnya. Kemudian direbut lagi. Sempat iring-iringan. Setelah sampai di segitiga Simongan telah banyak Polisi, pelaku kabur lagi," ujar dia.

Dengan alasan agar mandiri, pelaku meminta korban untuk kos dan tinggal terpisah dengan orangtuanya.

"Pelaku minta pisah dari orang tua korban agar bisa mandiri dan baru dua minggu dikontrakan. Selama tinggal bersama tidak pernah cekcok," kata dia.

Ia mengatakan pelaku memiliki nama asli Khanifah. Pelaku sebelumnya bekerja di Kokrosono, namun saat ini sudah tidak bekerja.

"Kerjanya di Kokrosono di batako. Tapi kadang berangkat kadang enggak. Tapi sekarang keliatannya sudah tidak bekerja tidak pernah berangkat," kata dia.

Sementara itu orang tua korban, Sakira, syok saat mengetahui anaknya dibunuh mantunya. Bahkan dirinya sempat pingsan setelah mendapat kabar itu.

"Saya syok mau ngomong ndak bisa. Jadi hanya bisa melihat saja," kata dia.

Sakira mengaku sedang mandi ketika pelaku datang ke rumahnya dan membawa anak korban paling kecil. Dirinya mengetahui pelaku datang ke rumahnya saat diberitahu anak pertama korban.

"Tadi anak yang pertama bilang ke saya adik (anak korban) digowo ayah (dibawa ayah). Saya bilang wes ben paling diajak maem neng kono (biarkan paling diajak makan disana) di kosan. Wong ibumu lagi istirahat," jelasnya.

Dia kaget ketika cucu yang lain menyebut bahwa pelaku datang tangannya penuh darah dan membawa pisau.

"Tapi cucu saya bilang kok anak pelaku dibawa. Saya suruh nyari," ujarnya.

Karena penasaran, ia mencari cucunya di rumah kos anaknya. Dirinya terkejut ketika melihat rumah kos tersebut telah penuh warga.

"Saat tahu, saya tidak bisa apa-apa. Kondisi korban tertelungkup," ujarnya.

Beberapa jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ini pelaku masih dimintai keterangan dan polisi tengah melakukan rekontruksi awal kasus pembunuhan tersebut.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Riska Farasonalia | Editor : Khairina), Tribun Jateng

https://regional.kompas.com/read/2022/01/16/132700878/endah-tewas-ditusuk-suami-pelaku-kabur-dengan-bawa-pisau-lalu-jemput-anak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.