Salin Artikel

Nadeo Argawinata di Mata Pelatih Saat Kecil: Disiplin dan Sudah Diincar Banyak Klub

KEDIRI, KOMPAS.com- Nama Nadeo Argawinata sebagai penjaga gawang Timnas Indonesia menjadi perbincangan usai kemenangan 4-2 atas Singapura dalam ajang semifinal Piala AFF 2020.

Terutama, kegemilangannya menangkis bola tendangan penalti yang dilayangkan pemain Singapura.

Itu dianggap menjadi titik balik semangat para pemain, hingga kemudian berhasil merengkuh kemenangan.

Sosok Nadeo sendiri bukan pemain instan. Pria usia 24 tahun asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu telah menghabiskan sepanjang waktunya untuk mengasah kemampuannya bermain bola.

Itu setidaknya terlihat dari masa di mana dia mengawali pendidikan dan latihan sepakbola, yakni sejak usia sekolah dasar.

Dan sekolah sepak bola (SSB) menjadi tempat memoles kemampuannya itu. Dari SSB Airlangga, dia lalu pindah ke SSB Macan Putih yang keduanya di Kediri, Jawa Timur.

"Sejak sekolah kelas 4 SD dia ikut saya di SSB Macan Putih," ujar Amin Yuli Purnomo, mantan pelatih Nadeo di SSB Macan Putih, saat ditemui di rumahnya di Perum Sukorejo Indah Blok Rajawali Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (26/12/2021).

Menurut Amin, sejak awal bergabung sekitaran 2008 yang lalu, Nadeo sudah memperlihatkan bakat luar biasanya sebagai penjaga gawang.

Tindak-tanduknya yang cekatan dalam memainkan bola, sikap refleknya, maupun postur tubuhnya saling melengkapi bakatnya itu.

"Sejak awal sudah terlihat berbakat," ujar Amin mengenang awal mula Nadeo bergabung.

Kesannya selama mengasuh itu, kata Amin, Nadeo juga memperlihatkan karakter yang baik. Pribadi yang tidak sombong apalagi urakan.

Nadeo juga merupakan pribadi yang mudah menerima masukan yang diberikan oleh para pelatihnya dan mau terus belajar.

" Itu seminggu, kan, berlatih 3 kali. Dia juga disiplin. Datang lebih awal dan langsung latihan pemanasan sambil menunggu teman-temannya datang," lanjut pria yang guru olahraga di SMKN Ngasem itu.

Selama karirnya di SSB Macan Putih itu juga banyak prestasi yang diraihnya, baik lokal, regional maupun nasional.

Di antaranya juara 1 U-15 Manchester United Premier Cup 2011 untuk kualifikasi Jawa Timur, juara 1 Kadin Cup 2011, juara 2 Piala Toyota di Semarang, Jawa Tengah tahun 2011, juara Liga Pelajar Indonesia di tahun 2014, serta banyak lagi lainnya.

Kata Amin, Nadeo bergabung dengan SSB Macan Putih hingga jenjang sekolah SMA, yakni SMAN 8 Kota Kediri.

Saat itu, menurutnya, Nadeo sudah menjadi incaran banyak klub profesional tanah air. Dia menduganya karena klub-klub tersebut melihat track record Nadeo sebelumnya.

"Hingga kemudian setelah lulus sekolah, Nadeo akhirnya memutuskan ikut Borneo FC dan itu merupakan langkah awal terjunnya ke sepakbola profesional," ungkap Amin.

Jalin komunikasi


Menurut Amin, hingga saat ini dia juga masih menjalin komunikasi dengan Nadeo. Meski itu sebatas kontak telepon atau media sosial.

Selama ini, Nadeo juga kerap meminta doa restunya setiap kali akan menjalani suatu pertandingan.

Amin juga terus mengikuti kiprah Nadeo termasuk saat Nadeo tampil mempesona dalam ajang Semifinal Piala AFF semalam.

Apalagi, saat Nadeo berhasil menahan bola tendangan penalti pemain Singapura di detik-detik akhir pertandingan.

"Saya sangat terharu. Bayangkan, skor 2-2 menit ke 89 kita kena penalti. Nadeo bisa menahan bola itu. Dan itu kemudian menjadi titik balik kemenangan yang diraihnya itu," ujar Amin.

Dengan nama Nadeo yang kian menanjak, Amin menitipkan pesan kepadanya. Dia berharap Nadeo bisa tetap menjaga penampilan. Tetap percaya diri tapi tidak berlebihan.

"Karena ini kepentingan bangsa dan negara. Tampil maksimal. Semoga menang, juara 1." jelas Amin. 

https://regional.kompas.com/read/2021/12/26/172936578/nadeo-argawinata-di-mata-pelatih-saat-kecil-disiplin-dan-sudah-diincar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke