NEWS
Salin Artikel

Khawatir Biaya Membengkak, Bocah SMP Korban Penikaman Keluar dari Rumah Sakit meski Belum Pulih

Vikrensio merupakan korban penikaman dan penganiayaan sekelompok pemuda dari sebuah perguruan silat di Kefamenanu.

Khawatir biaya membengkak

Meski kondisinya belum pulih, kedua orangtua Vikrensio memutuskan untuk memulangkannya ke rumah karena khawatir biaya perawatan medis yang semakin mahal.

Vikrensio belum memiliki kartu berobat gratis lantaran kedua orangtuanya yang bekerja serabutan, tidak memiliki kartu BPJS.

"Tadi kami cek, total semua biaya Rp 16 juta lebih. Tapi tadi dari Pemda TTU sudah bantu Rp 12 juta, sisanya Rp 4 juta nanti kami yang bayar," ayah kandung Vikrensio, Zakharias Bnani, kepada Kompas.com, Selasa (15/12/2021) petang.

Pemberian keluarga

Zakharias yang didampingi istrinya Petronela Bnani mengaku, sisa uang Rp 4 juta yang dipakai untuk membayar biaya rumah sakit, itu juga berasal dari hasil pemberian keluarga dan kerabat yang prihatin dengan kondisi mereka.

Zakharias menjelaskan, saat pertama kali masuk dirawat, berdasarkan diagnosis dokter jaga pada instalasi gawat darurat RS Leona Kefamenanu, anak mereka mengalami dua luka tusuk benda tajam.


Yang pertama, luka di dada bagian kiri bawah sedalam 5 milimeter.

Kemudian, di bagian punggung dengan tikaman sedalam 4,5 milimeter dan tembus paru paru hampir mengenai jantung.

Dengan kondisi seperti itu, anak mereka langsung dimasukan ke ICU.

"Anak kami ini dirawat sejak 3 Desember pukul 02.00 Wita. Dia dirawat selama lima hari di ICU. Kemudian hari keenam baru di ruang rawat inap hingga hari ini," ujar Zakharias.

Saat ini, kata Zakharias, kondisi anaknya sudah mulai membaik.

"Sejak kemarin, dia sudah bisa duduk di atas tempat tidur," kata dia.

Dokter pun menyarankan, agar anaknya itu mengikuti terapi meniup balon, sehingga paru-parunya bisa segera pulih.

Selain itu, setiap tiga hari sekali, mereka harus membawa anaknya kontrol di rumah sakit.

Sebelumnya diberitakan, aparat Satuan Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap lima pria dari sebuah perguruan silat di wilayah itu.

Mereka diduga menikam siswa kelas II salah satu SMP di Kota Kefamenamu, Vikrensio Alone Bnani (14).

Kasat Reskrim Polres TTU Iptu Fernando Okteber mengatakan, lima pelaku tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kelima tersangka itu adalah AJL (22), MB (37), AYT (26), YAPU (23) dan AS (26).

Para pelaku dijerat Pasal 80 Ayat 2 Undang-Undang Nomor Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

https://regional.kompas.com/read/2021/12/15/064401878/khawatir-biaya-membengkak-bocah-smp-korban-penikaman-keluar-dari-rumah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.