NEWS
Salin Artikel

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

KULON PROGO, KOMPAS.com – Bocah laki-laki berusia tujuh tahun dengan sejumlah luka di tubuh dan muka mengadu ke Polsek Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia mengaku menerima luka itu akibat didorong hingga jatuh dari tebing oleh bibinya sendiri.

Bocah bernama FS itu pelajar asal Sendangarum, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman.

FS selamat walau sempat dirawat di rumah sakit atas luka yang diderita.

“Reskrim Polsek Kalibawang telah menerima laporan polisi tentang tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur ini,” kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Nengah Jeffry melalui pesan singkat, Rabu (8/12/2021).

Peristiwa itu dialami FS pada Selasa (7/12/2021) malam.

Selasa siang sekitar pukul 11.15 WIB, ayah dari FS kaget mendengar kabar anaknya berada di Rumah Sakit Boro, Kalibawang. Ayah dari FS juga berasal dari Minggir, Sleman.

Ia mendatangi rumah sakit dan terkejut mendapati anaknya menderita banyak luka dan memar.

Kepada ayahnya ini, FS mengaku telah mengalami beberapa kekerasan dari AR. Pertama, kepalanya terluka akibat dipukul.

Selain itu, FS mengaku sempat didorong bibinya ini hingga jatuh di lereng tebing yang ada di pinggir ruas jalan Sentolo-Muntilan.


Kawasan ini berada di Pedukuhan Semaken III, Banjararum, Kalibawang.

Ayahnya merasa pengakuan FS semakin kuat setelah menerima keterangan dari beberapa saksi yang menyatakan melihat AR dan FS memang berboncengan motor pada pagi hari.

Ayah korban geram. Ia lantas melaporkan hal ini ke polisi terdekat.

Jeffry mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus ini, terutama dari keterangan lebih banyak saksi baru dan sejumlah alat bukti.

Karenanya, belum diketahui motif pelaku hingga nekat mendorong keponakannya sendiri dari bibir tebing.

Jeffry menegaskan, kejahatan yang terkait kekerasan terhadap anak di bawah umur akan terancam hukuman sesuai Pasal 80 Ayat 2 juncto Pasal 76 C dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelakunya bisa terancam hukuman penjara paling lama enam tahun.

https://regional.kompas.com/read/2021/12/08/213937178/bocah-7-tahun-luka-luka-diduga-didorong-bibinya-ke-jurang-ayahnya-lapor

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.