NEWS
Salin Artikel

Sebelum Tewas Dianiaya, Tahanan Polrestabes Medan Dipaksa Video Call

Saat ini, keenam tahanan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka 6 orang dalam kasus meninggalnya tahanan itu (Hendra Syahputra)," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan Kompol M Firdaus saat dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat (26/11/2021).

Adapun enam orang tersebut yakni TR (35), warga Kecamatan Medan Johor, WS (20) warga Kecamatan Medan Barat, dan J (25) warga Kecamatan Medan Denai.

Kemudian, NP (21) warga Kecamatan Medan Timur, HS (45) warga Kecamatan Medan Timur, dan HM (44) warga Kecamatan Medan Barat. 

Menurut Firdaus, dalam kasus ini ada dua kejadian terpisah, yakni pemerasan dan penganiayaan.

Meski demikian, Firdaus tidak menjelaskan lebih rinci terkait kasus yang menyebabkan kematian Hendra.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan pada Selasa (23/11/2021), sekitar pukul 03.30 WIB.

Para pelaku diduga memukuli korban sehari sebelumnya, yakni sekitar pukul 18.30 WIB.

"Saksi-saksi ada melihat dan sudah diperiksa," kata Firdaus.

Dipaksa video call

Menurut Firdaus, para pelaku memiliki motif yang berbeda-beda saat menganiaya korban.

Beberapa tahanan kesal karena korban tidak memberikan uang.

Namun, ada juga yang tidak senang dengan sikap korban.

"Motif lain karena jengkel si korban lasak kali, suka ganggu tahanan lain," kata Firdaus.


Menurut Firdaus, di dalam satu sel ada sekitar 100 tahanan yang saling berbaur.

"Mereka kan satu sel. Satu sel itu lebih kurang ada 100 orang. Luas kok selnya. Hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pelakunya hanya 6 orang itu," kata dia.

Sebelum dianiaya hingga tewas, korban sempat melakukan panggilan video call kepada keluarganya dari dalam rutan.

Saat itu, korban meminta uang kepada keluarganya.

Mengenai video call itu, Firdaus mengatakan, korban menghubungi keluarganya atas suruhan atau intervensi dari para pelaku penganiayaan.

Menurut Firdaus, diduga saat itu korban sedang dalam kondisi tertekan. 

Firdaus juga membantah ada anggota polisi yang terlibat meminta uang atau melakukan penganiayaan.

"Tidak boleh ada ponsel (di sel tahanan). Jadi terhadap anggota jaga tahanan pun sedang diperiksa Propam terkait ada kejadian tahanan bawa ponsel. Perintah pimpinan seperti itu," kata Firdaus.

https://regional.kompas.com/read/2021/11/26/122017278/sebelum-tewas-dianiaya-tahanan-polrestabes-medan-dipaksa-video-call

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.