NEWS
Salin Artikel

Data Korban Banjir di Sintang Tak Valid dan Sinkron, Ini Kendalanya

PONTIANAK, KOMPAS.com – Data korban terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) tidak valid dan sikron.

Hal tersebut karena terkendala jalur transportasi putus dan banyak blank spot.

“Praktis hanya transportasi sungai saja yang lancar, tentu menyulitkan, sedangkan sebaran wilayah sangat luas. Bayangkan, luas Kalbar itu 1,13 kali luas Pulau Jawa, ditambah kondisi infrastruktur yang tidak memadai,” kata Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Menurut Sutarmidji, pengumpulan data tidak bisa dilakukan dengan cepat. Padahal, data yang valid dan sikron dibutuhkan untuk penanganan bencana.

“Mungkin kita punya data, tapi siapa yang terdampak belum tentu kita bisa hitung dengan cepat. Ini jadi kendala juga, tapi hitungannya harus rasional, kalau pun tak bisa tepat, tapi rasional. Itu yang saya minta ke daerah,” ucap Sutarmidji.

Sebagai informasi, sudah hampir tiga pekan banjir melanda Kabupaten Sintang, Kalbar dan tak kunjung surut. Bahkan masih berpotensi hujan beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, hasil pendataan, saat ini penyakit yang paling banyak di derita masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sintanf adalah insfeksi saluran pernapasan, myalgia, dermatitis, sindrom dispepsia (mag) dan hipertensi.

“Sekarang sudah mulai muncul kasus demam berdarah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson.

Menurut Harisson, pihaknya bersama Persatuan Dokter Spesialis Kulit Indonesia Kalbar dan Ikatan Dokter Anak Indonesia Kalbar telah melaksanakan pelayanan kesehatan di daerah terdampak banjir di Kabupaten Sintang.

“Pelayanan kesehatan menyasar ke pemukiman warga yang terdampak serta pos-pos pengungsian,” ujar Harisson.

Harisson menjelaskan, Dinkes Kalbar telah menerjunkan sekitar 20 orang tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis yang juga dibantu oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Sintang.

Pelayanan Rabu (17/11/2021) dilakukan di Desa Mungguk Bantok Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

“Jumlah pasien 188 orang, dewasa 118 dan anak-anak 70 orang,” ucap Harisson.

https://regional.kompas.com/read/2021/11/18/132350178/data-korban-banjir-di-sintang-tak-valid-dan-sinkron-ini-kendalanya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.