NEWS
Salin Artikel

Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Pria tersebut meninggal di perjalanan saat pontang-panting mencari pengobatan hingga terpaksa harus keluar daerah, Selasa (3/8/2021).

Bahkan dalam kondisi sakit S harus menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer untuk mencari rumah sakit.

Hal ini dilakukan lantaran S yang mengalami batuk dan demam terus mendapatkan penolakan dari rumah sakit yang didatanginya.

Dari Blitar ke Malang

Mulanya pihak keluarga membawa S lantaran dia mengalami demam serta batuk dan kondisinya tak kunjung membaik.

Sedangkan saturasi oksigen S pun berada di angka 78 persen.

Tujuan pertama keluarga yakni membawa S ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar.

Mereka menuju ke rumah sakit tersebut menggunakan mobil.

Jarak yang ditempuh untuk mencapai RS Ngudi Waluyo adalah 10 kilometer.

Camat Kesamben Setiyono mengatakan, sesampainya di sana keluarga mendapat penolakan lantaran rumah sakit dalam kondisi penuh.

"Kata keluarga mereka ditolak di Ngudi Waluyo karena penuh" ujar Setiyono.

Tak putus asa, keluarga kemudian membawa S menuju ke Kota Blitar yang berjarak 20 kilometer.

Mereka berharap S bisa ditangani di RSUD yang berada di sana.

Tetapi ternyata, S kembali ditolak.

Alasannya masih sama, yakni rumah sakit penuh.

Pilihan selanjutnya adalah membawa S keluar dari Blitar.

Mobil yang membawa S pun melaju menempuh jarak 60 kilometer untuk tiba di rumah sakit di Kabupaten Malang.

Lagi-lagi, pihak rumah sakit menolak dengan alasan telah penuh.

Saat dibawa kembali lagi menuju Blitar, S mengembuskan napas terakhirnya.

"S meninggal ketika mobil yang membawanya sudah memasuki wilayah Blitar, sudah dekat rumahnya," ujar Setiyono.

Jenazah S akhirnya dimakamkan di Desa Kesamben.

"Semuanya berlangsung lancar akhirnya. Jenazah akhirnya dimakamkan oleh perangkat desa dengan prosedur pemakaman pasien Covid-19," ujar dia.

Dia menyayangkan peristiwa tragis itu menimpa warganya.

"Tapi ya bagaimana ya, kenyataannya situasi saat ini banyak orang sakit, dan di mana-mana rumah sakit penuh," ujar Setiyono.

Setelah meninggal dunia, jenazah S menjalani swab antigen dengan hasil negatif Covid-19.

"Sudah dites dan hasilnya negatif," ujar mertua S yang berinisial U.

Penjelasan pihak RS

Saat dikonfirmasi, pihak RSUD Ngudi Waluyo membantah telah menolak pasien.

"Kami tidak menolak sebenarnya, hanya menyatakan 'waiting list' saat itu sudah 20 calon pasien. Jadi harus menunggu," ujar Humas RSUD Ngudi Waluyo, Mustiko, kepada Kompas.com, Kamis (5/8/2021).

Saat itu, menurut Mustiko, memang ruang IGD dan perawatan isolasi telah penuh.

Sedangkan ketika datang, selain menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19, saturasi S pun sudah di angka 78 persen.

Pihak RS sudah berupaya menghubungi keluarga S ketika akhirnya ada ruang yang bisa digunakan. Namun dia mengklaim tidak mendapatkan respons dari keluarga.

"Kami telepon sebanyak 3 kali untuk memberitahukan bahwa calon pasien sudah bisa masuk, tapi tidak ada respons," kata Mustiko.

Sumber: Kompas.com/Kontributor Blitar, Asip Agus Hasani

https://regional.kompas.com/read/2021/08/06/100949478/kisah-pilu-s-tempuh-100-km-dari-blitar-ke-malang-cari-pengobatan-ditolak-rs

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.