NEWS
Salin Artikel

Ditahan Selama 4 Jam, 28 Demonstran yang Tolak PPKM di Ambon Akhirnya Dibebaskan

Mereka dibebaskan setelah empat jam menjalani pemeriksaan dan pembinaan di Polsek Pos Kota.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang menyebutkan demonstran yang dibebaskan berjumlah 28 orang, termasuk seorang warga.

“Sudah dibebaskan semuanya tadi saat menjelang magrib. Jumlahnya 28 orang ada seorang mahasiswi dan juga seorang warga,” kata Leo kepada Kompas.com.com saat dikonfirmasi via telepon seluler, Jumat malam.

Leo menambahkan, puluhan demonstran didata dan dibina petugas sebelum dibebaskan.

“Kita periksa, kita data dan bina mereka agar ke depan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.

Leo menambahkan, polisi juga akan berkoordinasi dengan rektor agar bisa memerhatikan mahasiswanya. Mengingat, Kota Ambon sedang berada pada zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

“Data mereka sudah ada dan akan diserahkan kepada para rektor agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ambon saat ini zona merah dan masuk dalam PPKM Mikro diperketat,”katanya.

Tes cepat antigen

Leo menambahkan, sebelum dibebaskan, puluhan pengunjuk rasa itu menjalani tes cepat antigen.

“Tadi mereka semua ikut tes rapid antigen sebelum dipulangkan,” kata Leo.


Tes cepat antigen dilakukan kepada para pengunjuk rasa untuk memastikan kondisi mereka.

“Kita ingin memastikan mereka ini aman dari Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian hasil tes cepat antigen telah keluar.

“Ada sebagian yang sudah keluar hasilnya negatif dan sebagian lagi sementara masih diproses,” katanya.

Salah satu pengunjuk rasa yang ditangkap, Hijrah mengakui selama ditahan mereka diperiksa, dibina, dan menjalani tes cepat antigen.

Polisi juga mengambil sidik jari dan foto para pengunjuk rasa itu.

“Iya, kami sudah dibebaskan, setelah didata, diambil sidik jari dan difoto berulang kali,” ujarnya.

Hijrah mengaku telah menyampaikan agar Kapolresta Ambon bisa memediasi para mahasiswa dengan Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy.

Sehingga, mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa harus turun ke jalan.

“Kita juga minta pak Kapolresta untuk bantu koordinasi dengan Wali Kota Ambon agar kita bisa audiensis guna menyampaikan aspirasi,” katanya.

https://regional.kompas.com/read/2021/07/16/204758278/ditahan-selama-4-jam-28-demonstran-yang-tolak-ppkm-di-ambon-akhirnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.