NEWS
Salin Artikel

Viral Video 3 Anak SD "Flying Fox" Pakai Keranjang Lewati Sungai, Camat: Ada Jembatan, tapi Itu Jalan Pintas

Camat Kampar Kiri Marjanis mengatakan, lokasi tersebut berada di areal kebun sawit.

Pemilik kebun membuat tempat penyeberangan hasil panen di sungai berukuran kecil dengan menggunakan keranjang diikat dengan tali seperti flying fox.

"Informasi dari kepala desanya itu untuk menyeberangkan buah sawit ke seberang sungai. Bukan akses warga," sebut Marjanis ketika dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis malam.

Menurut dia, tiga anak SD yang menyeberang di 'flying fox' itu merupakan anak dari penjaga kebun sawit.

Anak-anak tersebut, menurut Marjanis mengambil jalan pintas untuk pulang ke rumahnya di seberang sungai.

"Di situ sebenarnya ada jembatan, tapi agak jauh kalau mutar. Bisa jadi anak-anak ini mau cepat sampai rumah lewat penyeberangan itu. Dan itu mungkin juga jadi tempat main anak-anak, karena sungainya itu dangkal," kata Marjanis.

Kendati demikian, dia mengaku akan menindak lanjuti kejadian viral tersebut.

Camat terkejut ada anak SD bergelantungan di tali seberangi sungai

Karena, Marjanis juga terkejut mendengar informasi itu.

"Saya baru tahu informasi ini dari media sosial, dan saya pun terkejut," katanya. 

"Tapi, kepala desa bilang sudah menghubungi pemilik kebun dan ditanggapi positif akan membangun jembatan di situ."

"Kalau jembatan yang sudah ada jaraknya agak jauh. Jadi, besok pagi saya mau cek dulu ke lokasi," kata Marjanis.


Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial tiga orang anak sekolah dasar (SD) menyeberangi sungai dengan cara tak biasa.

Lokasi itu berada di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Dari video viral yang dilihat Kompas.com, tiga anak SD masih mengenakan seragam merah putih menyeberang sungai kecil dengan bergelantungan di keranjang rotan.

Ketiganya tampak menarik keranjang yang terikat tali. Kemudian mereka meluncur ke seberang seperti flying fox.

Aksi mereka cukup berisiko. Apalagi, mereka bergelantungan pada keranjang tersebut.

Babinsa Koramil 05/Kampar Kiri, Kodim 0313/KPR, Serma Kariawanto ketika dikonfirmasi Kompas.com membenarkan video viral itu berada di Desa Kuntu.

"Itu anak-anak penjaga kebun sawit di sana. Di seberang situ memang ada empat rumah warga yang menjaga kebun sawit milik orang lain," kata Kariawanto melalui sambungan telepon, Kamis (10/6/2021).

Dirinya mengaku sudah datang ke lokasi dan menemui pemilik kebun sawit.

Pemilik sawit, sebut Kariawanto, mengaku sudah ada membuat jembatan di dekat lokasi penyeberangan siswa SD itu.

"Jembatan ada di sebelahnya. Jadi, keranjang yang diikat tali itu untuk menyeberangkan buah sawit hasil panen. Penyeberangan itu milik pribadi yang punya kebun sawit," sebut Kariawanto.

"Jadi tempat penyeberangan sawit itu sering digunakan anak-anak untuk bermain. Sungainya pun dangkal.

Karena aksi anak-anak SD itu berisiko, Kariawanto mengaku akan menemui pemilik kebun sawit supaya melarang anak-anak menyeberang di lokasi tersebut.

"Nanti saya akan menemui pemilik kebun untuk mengingatkan agar melarang anak-anak menyeberang di situ. Karena kita khawatir juga anak-anak jatuh nanti pas menyeberangi sungai," tutup Kariawanto.

https://regional.kompas.com/read/2021/06/10/200447178/viral-video-3-anak-sd-flying-fox-pakai-keranjang-lewati-sungai-camat-ada

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Regional
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Regional
Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.