NEWS
Salin Artikel

Kronologi 4 Pria di Sikka Berkelahi, 1 Orang Tewas, Bermula Minum Moke Bersama

Korban bersama tiga orang temannya itu mulanya minum moke bersama di depan rumah, tepat di pinggir jalan raya Maumere-Larantuka, Minggu, pukul 17.00 WITA.

Kasubag Humas Polres Sikka, Iptu Margono menjelaskan, korban bersama para pelaku dalam keadaan mabuk karena minum moke putih.

Setelah minum, korban berdiri di pinggir jalan dan menghalangi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di jalan raya Maumere - Larantuka.

Para pelaku melarang korban menghalangi arus lalu lintas di jalan raya tersebut.

Berkelahi

Hal tersebut rupanya memicu amarah. Tidak lama kemudian, para pelaku dan korban berkelahi.

Setelah itu, istri dari salah satu pelaku atas nama Rina sempat memarahi korban. Ia lalu membawa korban ke rumah saudarinya yang tak jauh dari tempat mereka minum.

Namun, korban justru balik memarahinya. Saudari korban pun akhirnya memintanya untuk pulang ke rumah.

Pelaku yang merupakan suami Rina tak terima jika korban dibawa pulang. Ia bahkan mengancam akan memukulnya jika membawanya pulang ke rumah.

Karena itu, Rina pun melepas korban dan kembali kerumahnya, sedangkan korban tetap berdiri di jalan raya.

Ketika itulah penganiayaan terjadi.


"Seorang saksi melihat para pelaku memukul korban. Tidak lama kemudian, ia melihat korban sudah dalam keadaan berlutut melihat pelaku berinsial V memukul korban sebanyak satu kali. Setelah itu, ia melihat V menggendong korban ke atas bale-bale milik pelaku. Saksi itu kemudian datang melihat korban yang saat itu diatas bale - bale, dan sudah tidak bernapas lagi. Ia langsung menangis," ungkap Margono kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Senin pagi.

Ia melanjutkan, korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Watubaing. Tiba di Puskesmas Watubaing, petugas medis menyampaikan, korban sudah tidak bernyawa lagi.

Margono menerangkan, jenazah korban telah disemayamkan di di rumah duka.

Sementara itu, ketiga pelaku telah diamankan di Rutan Polres Sikka.

"Para pelaku bersama korban masih ada hubungan kekeluargaan. Saat kejadian para pelaku dan korban dalam keadaan mabuk minum moke putih," terang Margono.

https://regional.kompas.com/read/2021/05/10/092905478/kronologi-4-pria-di-sikka-berkelahi-1-orang-tewas-bermula-minum-moke

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.