NEWS
Salin Artikel

Ratusan Pesilat Bentrok dengan Warga di Tuban, 3 Orang Terluka, 2 Motor Rusak Parah

Bentrokan berawal saat para pesilat dilarang masuk ke lokasi wisata Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban.

Mereka berencana untuk menggelar kopdar dengan sesama anggora perguruan silat di Pantai Semilir.

Saat tiba di pintu masuk, mereka diadang dan tak boleh masuk oleh petugas keamanan dari TNI Polri.

Larangan dilakukan karena masih pandemi Covid-19 dan ada larangan berkerumun di tempat-tempat umum.

Karena dilarang, ratusan perguruan silat yang datang mengendarai motor memutar balik dan melakukan konvoi sepanjang jalan menuju Kota Tuban.

Di tengah jalan, mereka terlibat bentrokan dengn warga yang nonkrong di pinggir jalan.

"Saat mereka kembali ke arah timur itulah mereka terlibat perkelahian dengan warga yang sedang nongkrong di pinggir jalan," kata Kapolsek Jenu AKP Rukimin, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Selasa (13/4/2021).

Selain itu dua sepeda motor milik warga rusak parah.

"Dan belakangan tiga orang yang menjadi korban ternyata diketahui juga anggota perguruan silat dari kelompok lain," jelasnya.

Polisi telah memeriksa lima orang yang diduga terlibat aksi brutal. Mereka kini diserahkan ke Satreskrim Polres Tuban.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan senjata tajam, kayu, rantai, dan batu yang dipakai dalam bentrokan.

"Sekarang lima orang yang diamankan kita serahkan ke Satreskrim Polres Tuban," kata dia.

Ia adalah Wiyadi (22) Desa Sokorejo, Kecamatan Parengan, Tuban.

"Sudah ditetapkan tersangka dan ditahan," dikutip dari Surya.co.id, Senin (12/4/2021).

Menurut Ruruh, saat diamankan, tersangka membawa senjata tajam yang disimpan dalam tasnya.

Saat ini tim satreskrim juga masih melakukan pengembangan kasus tersebut, agar lebih jelas dan terang benderang.

"Sampai saat ini sudah ada delapan yang diperiksa, satu sudah ditetapkan tersangka atas kepemilikan senjata tajam," tegasnya

Senjata tajam yang diamankan yaitu Baton sword dengan panjang pisaunya kurang lebih 50 centimeter.

Senjata ini juga bisa digunakan semacam tombak dengan menyambung ujung pisau dengan selongsongnya.

Di kelompoknya, tersangka tercatat sebagai ketua kopdar, yang rencananya akan masuk di Pantai Semilir.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hamim | Editor : David Oliver Purba), Surya.co.id

https://regional.kompas.com/read/2021/04/13/185800278/ratusan-pesilat-bentrok-dengan-warga-di-tuban-3-orang-terluka-2-motor-rusak

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Regional
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Regional
Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.