Salin Artikel

Kasus Keracunan Gas di Aceh, 7 Orang Masih Dirawat di Rumah Sakit

Mereka meninggalkan tempat tinggalnya setelah asap dari Sumur AS-11 milik PT Medco E&P Malaka diduga bocor dan menyebar ke kawasan permukiman.

Sebagian warga keracunan akibat menghirup gas dan dirawat di rumah sakit.

Kemudian sebagian warga mengungsi ke kantor camat.

Saat ini, sebanyak enam warga masih dirawat di Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud, Aceh Timur.

Selain itu, seorang warga dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin di Banda Aceh.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Muhammad Nur menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur harus mengaudit kawasan proyek PT Medco.

“Apakah gagal teknologi hingga gas menyebar keluar atau apa? Harus dipastikan. Investasi jangan sampai merugikan rakyat dan merusak lingkungan,” kata Muhammad Nur saat dihubungi, Senin (12/4/2021).

Sementara itu, VP Relations and Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, Medco proaktif atas peristiwa yang terjadi.

Pihak perusahaan akan menangani dampak lingkungan yang terjadi.

“Kami menanggung seluruh kebutuhan pengungsi dan mengobati warga yang di rumah sakit. Untuk meugang (tradisi sebelum Ramadhan), kami juga memberikan daging sapi buat pengungsi,” kata dia.

Arif menyebutkan, tim Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) juga sudah meminta informasi pada warga yang berada di RSUZA Banda Aceh.

“Kami terus memberikan perhatian pada warga dan berharap kondisinya segera membaik,” kata Arif.

Sedangkan untuk sumur AS-11 sudah ditutup sejak Jumat (9/4/2021), sesaat setelah gas tercium oleh warga.

Menurut Arif, tim akan menginvestigasi secara menyeluruh kejadian itu, sehingga peristiwa yang sama tidak akan terulang lagi.

“Kami bantu buat semua kebutuhan warga. Misalnya, warga yang sudah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit Zubir Mahmud Aceh Timur, sementara waktu untuk pemulihan kita inapkan di Royal Hotel. Itu ada tujuh kepala keluarga di hotel,” kata Rahmad, salah satu staf Humas PT Medco di Aceh Timur.

Dia menegaskan, PT Medco berkomitmen untuk menangani dampak gas yang menyebar ke permukiman.

“Kami berkoordinasi dengan masyarakat, termasuk kesepakatan dengan warga soal kompensasi sedang dibicarakan,” kata Rahmad.

https://regional.kompas.com/read/2021/04/13/154157378/kasus-keracunan-gas-di-aceh-7-orang-masih-dirawat-di-rumah-sakit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke