NEWS
Salin Artikel

Modal Awal Pinjam Sana Sini, Kini Bisnis Kedai Kopi 4 Anak Muda Beromzet Rp 100 Juta Per Bulan

Tidak sedikit tempat usaha terpaksa gulung tikar atau minimal mengurangi pekerjanya.

Namun, ada juga tempat usaha yang mampu bertahan bahkan berkembang.

Salah satunya adalah Kopi Djuang, sebuah kedai kopi yang berada di Kota Jayapura, Papua.

Menawarkan berbagai macam racikan kopi dan teh, Kopi Djuang justru mampu berkembang di tengah pandemi.

Dibuka sejak 2018, Kopi Djuang diprakarsai oleh tiga anak muda, yaitu Reja Prayoga (24), Jefry Roberto Theos (27), dan Ferdian Saka (21).

Sebelum besar seperti sekarang, Kopi Djuang awalnya merupakan sebuah tenan di dalam sebuah kafe yang berada di kawasan Ruko Dok II, Kota Jayapura.

Saat itu, untuk memulai usaha tersebut, mereka harus meminjam ke bank dan juga kolega hingga akhirnya terkumpul uang Rp 15 juta.

"Modal itu kita dapat dari pinjaman bank dengan teman sampai akhirnya terkumpul Rp 15 juta. Uang itu kita belikan alat seduh kopi manual," ujar Reja Prayoga, salah satu pemilik Kopi Djuang, di Jayapura, Senin (15/3/2021).

Yoga yang mulai menjadi barista (peracik kopi) sejak 2016, mulai melakukan transfer ilmu tentang cara membuat kopi kepada rekannya Jefry.


Baru setelahnya Jefry mengajarkan hal yang sama kepada Ferdian Saka.

Mengandalkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut, nama Kopi Djuang akhirnya di kenal di Jayapura.

Hal itu kemudian membuat usaha mereka cukup ramai dan omzetnya pun mulai tinggi.

"Omzet saat itu Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, itu bertahan sekitar satu tahun," kata Yoga.

Pada akhir 2019, ketiga anak muda tersebut akhirnya memutuskan untuk menyewa ruko sendiri dan memperbesar usahanya.

Tantangan saat itu adalah kembali mencari pinjaman karena modal yang dibutuhkan jauh lebih besar.

Namun berkat kepercayaan yang sudah dibangun sejak mereka memulai usaha di tempat sebelumnya, akhirnya ketiganya kembali mendapat pinjaman dari bank dan teman sebesar Rp 240 juta.

Saat itu Kopi Djuang memutuskan untuk menambah barista dan bergabunglah Riysaldi Salimu (24) sehingga sudah ada empat barista untuk menjalankan kedai kopi tersebut.

Tetapi tantangan berikutnya datang ketika mereka sudah siap membuka usaha di tempat yang baru. Saat itu bertepatan dengan awal pandemi Covid-19 di Kota Jayapura, tepatnya pada April 2020.

Karena fokus dan upaya yang keras untuk membangun usaha, hingga kini Kopi Djuang masih tetap bertahan.

Racikan 

Dengan mengandalkan rasa dari racikan kopi yang mereka buat, konsumen pun semakin banyak yang datang.


"Omzet kotor harian pada awal pandemi Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, kalau sekarang sudah Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per hari. Jadi satu bulan omzet kotor kita sudah lebih dari Rp 100 juta," kata Yoga.

Karena omzet yang didapat cukup bagus, Yoga bisa mengembalikan uang pinjaman dari temannya hanya dalam waktu empat bulan. Sedangkan pinjaman dari perbankan masih berjalan hingga saat ini.

Salah satu hal yang membuat Kopi Djuang menjadi salah satu kedai kopi paling ramai di Jayapura adalah karena interaksi antara barista dengan konsumen.

Jefry Roberto Theos (27 tahun), salah satu pemilik Kopi Djuang, menjelaskan konsep tersebut sudah terbawa saat mereka masih bekerja di salah satu kafe di Jayapura.

"Kita tidak membatasi interaksi antara barista dengan konsumen. Saat barista tidak ada pesanan kita bisa saja berkomunikasi dengan konsumen dan konsumen juga bisa minta diracikan kopi sesuai dengan keinginan mereka," terang Jefry.

Dalam sepekan, Kopi Djuang bisa menghabiskan 20 kg biji kopi yang 80 persennya merupakan produk asli Papua.

Hanya saja, ketersediaan biji kopi lokal ini juga yang biasa menjadi kendala mereka dalam menjalankan usahanya.

"Kendala adalah kesinambungan dari ketersediaan biji kopi lokal," kata Jefry.

Saat ini, tiga menu yang paling sering dipesan oleh konsumen Kopi Djuang adalah Es Kodju, Red Born, dan Kopi Susu Rakyat.

https://regional.kompas.com/read/2021/03/16/130423778/modal-awal-pinjam-sana-sini-kini-bisnis-kedai-kopi-4-anak-muda-beromzet-rp

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.