NEWS
Salin Artikel

Pembunuhan Perempuan di Sumba Timur Ternyata karena Masalah Asmara

MSD ditemukan tewas dengan sejumlah luka di tepi Pantai Londa Empat, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur sekitar pukul 09.00 Wita, Kamis (18/2/2021).

Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono menyebutkan, DNHB beberapa kali menikam korbannya dengan parang pada Rabu (17/2/2021) malam sebelum ditinggalkan dalam keadaan sudah tidak berdaya.

Handrio mengungkapkan, motif pembunuhan tersebut karena tersangka merasa sakit hati terhadap korban.

"Sakit hati karena asmara tak tergapai dan dendam karena terduga pelaku merasa dipermainkan dan dimanfaatkan secara finansial," kata Handrio kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Jumat (19/2/2021) malam.

Sebelumnya, DNHB merasa tersinggung dan marah terhadap korban pada Selasa (16/2/2021), pukul 22.00 Wita.

Hal itu bermula ketika DNHB menjemput korban menuju ke kost miliknya di belakang SMK 1 Waingapu, Sumba Timur.

Sampai di kost, MSD justru mengajak tersangka untuk mengunjungi saudaranya yang berinisial Y di Kost Santeria.

"Sampai di Kost Santeria, korban MSD meminta agar terduga pelaku DNHB rela memberikan uang Rp 200.000 kepada saudaranya Y. (Hal tersebut) untuk menunjukkan sikap loyalnya kepada korban MSD," ujar Handrio.

Kemudian, MSD menghubungi saksi B untuk mengantarnya pulang ke rumah. Hal itu membuat tersangka cemburu dan merasa hanya dimanfaatkan oleh MSD.

Tersangka kembali menghubungi korban melalui telepon pada Rabu sekitar pukul 14.00 Wita. DNHB meminta agar korban mau jalan-jalan dengan dirinya. Namun, MSD menolak ajakan tersebut.


Hal itu menyebabkan DNHB mengungkit kembali kebaikannya terhadap korban dan saudara MSD yang berinisial Y.

"Korban MSD pun menanggapi (DNHB) dengan kata kasar dan penuh makian 'saya tidak pernah makan kau punya uang juga'," ungkap Handrio.

Kemudian, DNHB tersinggung dan merasa dimanfaatkan oleh korban. Tersangka dendam dan berencana membunuh MSD.

DNHB kembali menelepon korban pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Tersangka merayu korban dengan modus mengajak  jalan-jalan. Korban luluh dengan rayuan tersebut dan menuruti ajakan tersangka.

Akhirnya mereka bertemu. Kemudian, DNHB menghabisi nyawa MSD sekitar pukul 23.59 Wita.

Polisi menyita barang bukti dari tersangka berupa satu unit handphone (HP), kartus SIM HP, dan sebilah parang dengan bercak darah yang sudah kering.

Handrio menjelaskan, DNHB dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Ruang Tahanan Polres Sumba Timur.

Sebelumnya, seorang perempuan berinisial MSD (19) ditemukan tewas di tepi Pantai Londa Empat, Desa Kuta, Kanatang, Kamis (18/2/2021) pukul 09.00 Wita.

"Dari luka yang terdapat pada tubuh korban, kuat dugaan korban dianiaya dengan menggunakan benda tajam hingga meninggal dunia," kata Pejabat Sementara Kasubbag Humas Polres Sumba Timur Ipda Syamsudin Noor kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Kamis sore.

https://regional.kompas.com/read/2021/02/20/08541761/pembunuhan-perempuan-di-sumba-timur-ternyata-karena-masalah-asmara

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.