NEWS
Salin Artikel

Di Balik Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Mayat Dibungkus 3 Lapis, Pelaku Sempat Makan Sate dan Merokok

Usai membunuh Fathan di rumah kontrakan, tersangka Jhovi Fernando alias Jo (31) masih sempat merokok di depan rumah.

Bahkan Jo bersama rekannya sempat makan sate sambil membahas pembuangan mayat.

Ternyata dia datang ke kontrakan Jo di Kampung Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Karawang, Minggu (10/1/2021) malam.

Kemudian Fathan sempat keluar untuk membeli kuota dan kembali membawa minuman keras.

Sebelum minum minuman keras, mereka sempat pergi keluar untuk makan pada pukul 01.00 WIB, Senin (11/1/2021).

Dalam perbincangannya, Jo menagih janji Fathan yang mau meminjamkan uang.

Ternyata jawaban Fathan menyinggung Jo hingga membuat mereka saling menampar.

Jo tidak terima dan mencekik leher Fathan dengan dua tangan.

Fathan sempat memberontak dan menendang Jo namun akhirnya Jo membenturkan kepala Fathan ke tembok satu kali hingga jatuh telentang.

Dia lalu kembali ke dalam dan melihat ada busa keluar dari mulut korban.

Jo lalu mengganti seluruh pakaian Fathan. Barang-barang dan sepeda motor Fathan dibawa ke rumah kawannya.

Saat itu, Jo juga sempat meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga melalui ponsel Fathan.

Jo mengirim nomor rekening atas nama Husain Abdurrahim.

Dibungkus lapis tiga

Selang dua hari setelah Fathan tewas, Jo menjemput Husain di Terminal Klari dan menceritakan kejadian itu hingga meminta bantuan membuang mayat.

Mereka lalu mengikat tangan dan kaki Fathan dengan tali rafia dan membungkus dengan tiga lapisan.

Pertama dibungkus dengan plastik, kemudian sarung dan terakhir dengan bed cover.

Mereka kemudian meminta bantuan seorang teman, yakni Rio Hadiyanto.

Ketiganya meminjam mobil paman Jo yang ternyata digunakan untuk membuang mayat.

Mereka sempat menuju ke Gor Panthayuda untuk makan sate dan meminta Rio membantu membuang jasad Fathan.

Mereka pun melakukan survei ke tempat pertama, yaitu di sekitar Irigasi Tamelang, Purwasari.

Jo dan Husain mengangkat mayat dan Rio sebagai sopir menunggu di mobil.

Mereka lalu berkeliling hingga akhirnya membuang mayat ke tempat lain.

Jasad dibuang ke parit persawahan di Dusun Kecemek, Bayurkidul, Cilamaya Kulon.

Jo kemudian memberikan uang Rp 400.000 kepada Rio sebelum pulang ke rumah.

Jo juga memberi Rp 300.000 kepada Husain sambil mengantarnya ke Terminal Klari.

Adapun kejadian tersebut terlihat dalam rekonstruksi peristiwa dengan 40 adegan yang dilakukan di 8 TKP, selasa (19/1/2021).

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengungkap reka ulang kejadian itu telah membuat perkara menjadi terang.

"Peran H (Husain) yaitu membantu proses mengikat dan menggulung dengan plastik maupun sarung dan bed cover kemudian bersama-sama membuang jenzah ke TKP Cilamaya," ungkap Rama di sela reka ulang di Terminal Klari.

Husain dan Rio Hadiyanto (24) membantu Jhovi Fernando alias Jo (31) membuang jasad Fathan ke Cilamaya Kulon.

Selain menyembunyikan kematian dan membuang jasad Fathan, keduanya menerima uang yang patut diduga hasil kejahatan.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Karawang, Farida Farhan | Editor : Farid Assifa)

https://regional.kompas.com/read/2021/01/20/09573851/di-balik-pembunuhan-mahasiswa-telkom-mayat-dibungkus-3-lapis-pelaku-sempat

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Syamsuar Harapkan UU HKPD Bawa Kesejahteraan bagi Daerah

Gubernur Syamsuar Harapkan UU HKPD Bawa Kesejahteraan bagi Daerah

Regional
Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

Regional
Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

Regional
Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

Regional
Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

Regional
Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

Regional
DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

Regional
Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Regional
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Regional
Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.