NEWS
Salin Artikel

Pabrik Miras Bodong di Medan Digerebek Polisi, Ribuan Botol Merek Palsu Disita

Modus pelaku menggunakan merk yang pernah beredar milik pihak lain dan label izin bodong.

Saat konferensi pers di kantornya pada Jumat (27/11/2020) sore, Kepala Bea dan Cukai Medan, Dadan Farid menjelaskan, informasi peredaran minuman keras ini sebenarnya sudah diketahui sejak lama dan intelijen Bea Cukai Medan sudah melakukan penelusuran.

Namun pengungkapannya agak terhambat karena merebaknya Covid-19.

Selanjutnya, dilakukan operasi oleh Tim Gempur Bea Cukai Medan bersama dengan petugas Denpom I/5 Medan, diperoleh barang bukti di sebuah toko di Jalan Bulan, Medan.

Dari situ dikembangkan lagi ke rumah tersangka. Terungkap bahwa skala minuman keras yang ditangkap lumayan besar. Ada dua merek yang dipalsukan, yakni yakni Cap Bola Dunia dan Samsu Putih.

Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan ukuran botol 300 dan 600 ml itu dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 8.000, Rp 15.000 hingga Rp 40.000.

"Dari pengungkapan ini kita lihat, barang bukti botol terisi 1.200 botol dan yang kosong ada 1.700 botol. Kemudian ada juga etiket label dan alat lainnya yang dipergunakan untuk memproduksi minuman ini termasuk bahan baku yang belum diproduksi," katanya.

Negara rugi ratusan juta

Dijelaskannya, dari pengungungkapan kasus tersebut negara mengalami kerugian Rp 44 juta. Namun demikian, jika dilihat dari sejak awal beroperasi pada 2019, kerugian negara mencapai Rp 300 juta.

"Kalau kita lihat memang merknya kita dapatkan sebelumnya pernah beredar. Sudah diperdagangkan sebelumnya. Tapi pabriknya sudah tutup dan lokasinya sudah jadi SPBU," katanya.

Dijelaskannya, sejauh ini, sudah ada 1 tersangka dan 3 orang lainnya turut serta. Pihaknya terus memproses dan kini masih dalam pengembangan.

Apalagi, sebenarnya pihaknya target penerimaan cukai tahun ini Rp 157 miliar. Namun pada triwulan akhir terjadi penurunan.

"Pengakuan mereka, sudah melakukan ini sejak 2019. Operasinya sejauh ini pemeriksaan baru di toko di Jalan Bulan. Tidak menutup kemungkinan mereka pasarkan di luar Medan juga," katanya.


Beranjak dari situ, lanjut Dadang, bisa jadi ini salah satu penyebab penurunan penerimaan cukai. Pihaknya menegaskan akan terus menggencarkan operasi sehingga perusahaan yang legal beroperasi dengan aman.

"Jangan sampai yang ilegal menggerus yang legal. Diperbolehkan memproduksi asal sesuai perosedur," katanya.

Ada label BPOM dan Dinkes

Dia menambahkan, dilihat dari label etiket yang diamankan, terdapat izin dari Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk minuman. Namun demikian, kodenya bodong.

"Kita cek di etiket di label meskipun ada izin Dinkes dan BPOM yang notabene itu untuk produk minuman, itu kodenya bodong. Labelnya asal-asalan," katanya.

Dari pengungkapan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa MMEA ilegal golongan C dan B yang masing-masing sebanyak sebanyak 645  botol plus 1 jerigen berisi 30 liter dan 5 jerigen berisi 25 liter yang diduga siap dikemas, 550 botol plus 2 jerigen berisi 30 liter dan 1 jerigen berisi 25 liter yang diduga siap dikemas.

Tersangka diduga melakukan pelanggaran UU NO 11/1995 tentang Cukai pasal 50, 54 dan 56 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali cukai yang seharusnya dibayar. 

https://regional.kompas.com/read/2020/11/27/19432191/pabrik-miras-bodong-di-medan-digerebek-polisi-ribuan-botol-merek-palsu

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

Regional
'Hybrid Governance': Keistimewaan dalam Reformasi Birokrasi

"Hybrid Governance": Keistimewaan dalam Reformasi Birokrasi

Regional
Cerita di Balik Keindahan Nepal Van Java dan Peran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Cerita di Balik Keindahan Nepal Van Java dan Peran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Regional
Bupati Wonogiri: Pancasila Jadi Filter agar Bangsa Tidak Alami Disorientasi

Bupati Wonogiri: Pancasila Jadi Filter agar Bangsa Tidak Alami Disorientasi

Regional
Sebelas Serigala Berbulu Domba!

Sebelas Serigala Berbulu Domba!

Regional
Jadi Pembicara BOSF, Kang Emil Ajak Generasi Muda Perkuat Semangat untuk Bawa Perubahan

Jadi Pembicara BOSF, Kang Emil Ajak Generasi Muda Perkuat Semangat untuk Bawa Perubahan

Regional
Manfaat Program Sekoper Cinta Telah Dirasakan Banyak Perempuan di Jabar

Manfaat Program Sekoper Cinta Telah Dirasakan Banyak Perempuan di Jabar

Regional
Genjot Sektor Pertanian hingga Kesehatan, Pemerintah Ingin Masyarakat Rasakan Manfaat Pembangunan di Sumsel

Genjot Sektor Pertanian hingga Kesehatan, Pemerintah Ingin Masyarakat Rasakan Manfaat Pembangunan di Sumsel

Regional
Gubernur Kaltara Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek

Gubernur Kaltara Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek

Regional
Jangan Lupakan Mereka yang Mengalami Musibah

Jangan Lupakan Mereka yang Mengalami Musibah

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Semua Milik Rakyat

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Semua Milik Rakyat

Regional
Dampingi Pangdam Jaya, Walkot Benyamin Resmikan Dua Koramil Baru di Tangsel

Dampingi Pangdam Jaya, Walkot Benyamin Resmikan Dua Koramil Baru di Tangsel

Regional
Cerita 2 Petani Milenial yang Sukses Raup Omzet Fantastis dari Berjualan Sayur hingga Kopi

Cerita 2 Petani Milenial yang Sukses Raup Omzet Fantastis dari Berjualan Sayur hingga Kopi

Regional
Wisuda 4.095 Petani Milenial, Kang Emil Ingin Ada Tenaga Kerja di Sektor Pertanian Berkelanjutan

Wisuda 4.095 Petani Milenial, Kang Emil Ingin Ada Tenaga Kerja di Sektor Pertanian Berkelanjutan

Regional
Rasio Ketergantungan Penduduk di Kota Metro Capai 42,32 Persen, Siap Menuju Metro Emas 2037

Rasio Ketergantungan Penduduk di Kota Metro Capai 42,32 Persen, Siap Menuju Metro Emas 2037

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke