NEWS
Salin Artikel

Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Berta menjadi guru di SDN Filial 004 di Kampung Berambai, sebuah perkampungan di pinggiran Kota Samarinda.

Setiap hari ia jalan kaki sejauh lima kilometer dari rumahnya menuju sekolah. Letak rumah Berta berada di tengah hutan.

“Karena kisah itu Pak Wali Kota beri dia sepeda. Sepedanya sudah kita serahkan langsung ke Bu Berta belum lama ini,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin saat hubungi Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Asli menerangkan selama ini Dinas Pendidikan Samarinda tidak mengetahui kisah hidup Berta.

Padahal beberapa kali, kata Asli, Sjaharie Jaang menemui Berta ketika mengunjungi ke sekolah tempat guru honorer mengajar.

"Kita tersentuh juga ketika dengar informasi itu dari media. Kami enggak tahu karena Bu Berta memang tidak cerita," jelas dia.

Asli menerangkan sepeda bukan hal sesuatu yang mewah, tapi setidaknya bisa membantu dia untuk menuju sekolah.

Diketahui, rumah Berta dan sekolah terpisah hutan lebat.  Jaraknya sekitar lima kilometer.

Berlokasi di pinggiran Samarinda bersisian dengan Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kutai Kertanegara. Kawasan ini sebagian besar masih hutan.

“Tiap hari saya begini, jalan kaki lima kilo menuju sekolah bawa bekal,” ungkap Berta kepada Kompas.com saat ditemui di sekolah, Rabu (29/10/2020) sore.

Tak jarang perempuan kelahiran Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, ini mengaku menemui ular kobra, monyet bahkan orangutan.

“Monyet paling sering ketemu. Orangutan dan ular jarang-jarang. Tapi ular di sini rata-rata berbahaya ular cobra. Tapi syukur sejauh ini saya aman saja,” harap Berta.


Awal mengajar 2009, Berta jalan kaki bersama anaknya, Emanuel. Saat itu Emanuel masih usia lima tahun. Tiap pagi Berta membawanya ke sekolah.

Keduanya menyusuri jalan sejauh lima kilometer ini sampai sang anak masuk SD hingga lulus di sekolah itu.

Kini Emanuel sudah duduk dibangku SMK dan pindah tinggal di Samarinda bersama tante atau adik Berta.

Karena itu hanya Berta seorang diri yang kini masih bolak balik dari rumah ke sekolah.

Menuju sekolah, Berta mengaku butuh waktu satu setengah sampai dua jam jalan kaki.

Ia biasanya berangkat dari rumah pukul 04.30 Wita, tiba di sekolah biasa pukul 07.30 Wita. Kadang juga lewat.

Mengajar tiga kelas dalam satu ruang

Di sekolah, Berta mengajar murid Kelas I, II dan III. Jumlah murid tiga kelas ini tujuh orang. Di antaranya Kelas I tiga orang, Kelas II satu orang dan Kelas III tiga orang.

Murid tiga kelas ini digabung dalam satu ruang kelas. Berta jadi guru wali tiga kelas ini. Sementara, tiga kelas lainnya, IV, V dan VI guru wali, Herpina (27).

Sekolah ini hanya punya dua guru honor, yakni Berta dan Herpina dengan jumlah 17 murid.

Karena gedung sekolah hanya punya dua ruang kelas. Masing-masing ruang ditempati tiga kelas. Disekat pakai tripleks. Tempat duduk para murid dipisah berdasarkan tingkatan kelas.

Lantai kelas ubin sudah retak di mana-mana. Tangkup sekolah dari seng juga penuh karat. Pondasi bagian bekalang gedung juga retak.

Bangunan berusia 25 tahun ini, jadi satu-satunya bangunan beton di kampung ini. Sekolah ini induknya di SDN 004 di Kota Samarinda.

SD Filial dibangun Pemkot Samarinda mengakomodasi anak-anak di kampung ini. Sebab, letak kampungnya jauh dari sarana pendidikan. Jarak Samarinda menuju kampung ini sekitar 25 kilometer.

Kampung yang dihuni sejak 1982, memiliki luas sekitar 11 hektar. Kini sudah ada 64 kepala keluarga yang bermukim di kampung ini. Mereka rata-rata bertani dan kebun.

Tahun 2000-an, Pemkot Samarinda memasukkan kampung jadi wilayah administrasi Samarinda karena beberapa RT dinilai lebih dekat.


Pemkot Samarinda juga membuka jalan penghubung menuju kampung ini dari Samarinda melewati jalur Batu Besaung.

Namun, belakangan proyek semenisasi jalan distop karena Pemkab Kutai Kertanegara menyoal. Terjadi tarik ulur perebutan wilayah kampung ini.

Konfik berakhir pada 2012 setelah Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kala itu mengeluarkan SK Nomor 136/590/BKPW-C/I/2012 tentang kepemilikan wilayah oleh Pemda Kutai Kertengara.

Keputusan ini memberi konsekuensi nasib SDN Filial. Gedung sekolah aset punya Pemkot Samarinda tapi lahan milik Pemkab Kutai Kertanegara.

Sampai saat ini kasus ini masih menggantung. Pemkot Samarinda mengaku khawatir perbaiki bangunan itu karena asset berdiri di lahan Pemkab Kukar.

Terlepas dari polemik kepemilikan lahan, letaknya sekolah yang jauh dan akses masuk yang sulit membuat guru-guru yang mengajar di sekolah ini tidak bertahan lama.

Tapi tidak dengan Berta dan Herpina. Kedua masih tetap bertahan mengajar demi mencerdaskan generasi bangsa.

https://regional.kompas.com/read/2020/11/25/20275621/guru-honorer-yang-jalan-kaki-susuri-hutan-demi-mengajar-dapat-sepeda-dari

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Regional
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Regional
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Regional
Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Regional
Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Regional
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Regional
Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Regional
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Regional
Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.