Salin Artikel

Kepsek di Wonogiri Positif Covid-19, Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Tetap Berjalan

WONOGIRI, KOMPAS.com - Kepala Sekolah SMAN 2 Wonogiri Sumanto dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (11/11/2020).

Hal itu berdasarkan hasil uji swab massal yang diberlakukan bagi kepala sekolah, guru dan siswa SMAN 2 Wonogiri.

Kepala Sekolah SMAN 2 Wonogiri, Sumanto yang dihubungi Kompas.com, Rabu (11/11/2020) malam membenarkan dirinya terkonfirmasi positif covid-19.

Kendati terpapar corona kondisi Sumanto tidak mengalami gejala sakit alias tanpa gejala.

“Kemarin diketahui saya positif Covid-19,” kata Sumanto.

Sumanto menceritakan, pada Rabu (3/11/2020) pekan lalu ia sempat menjalani rapid test dengan hasil non-reaktif.

Rapid test itu sebagai salah satu syarat mengikut kegiatan di Kementerian Pendidikan di Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jakarta, Kamis (4/11/2020), SMAN 2 Wonogiri menggelar swab test massal bagi kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa.

“Jumat pagi saya meluncur ke Jakarta. Pulang dari Jakarta hasil swab test saya ternyata positif Covid-19,” jelas Sumanto.

Usai pulang dari Jakarta, Minggu (8/11/2020), Sumanto belum pernah bertemu dengan guru, karyawan dan siswa sekolah.

Setibanya di rumah, Sumanto tidak keluar beraktivitas lantaran hasil swab sudah keluar untuk SMAN 2.

Hasil uji swab menyebutkan seluruh siswa negatif Covid-19.

Namun, dari guru dan perangkat sekolah ada dua nama yang hasilnya belum muncul yakni dirinya dan seorang guru lainnya.

“Setelah muncul hasil berikutnya saya dinyatakan positif Covid-19 dan seorang guru itu negatif,” ungkap Sumanto.

Terhadap hasil tersebut, ia menjalani isolasi mandiri dan guru yang negatif Covid-19 diperbolehkan masuk sekolah.

Sumanto mengakui sebagai kepala sekolah memiliki aktifitas yang tinggi. Bisa jadi ia tertular saat menjalani perjalanan keluar kota.

“Dari dinkes menduga penularan karena faktor perjalanan,” kata Sumanto.

Sumanto tak menyangka dirinya bakal terinfeksi Covid-19.

“Padahal saya sudah menerapkan protokol kesehatan dan mempelopori gerakan itu di sekolah. Tetapi malah saya yang kena,” ungkap Sumanto.

Pascadinyatakan positif Covid-19, Sumanto tinggal terpisah dengan istri dan dua anaknya.

“Saya tinggal di rumah depan. Istri dan dua anak saya tinggal di rumah belakang. Jadi kami tidak pernah bertemu langsung. Komunikasi hanya via telepon saja,” kata Sumanto.

Istri dan dua anaknya pun sudah menjalani swab lantaran menjadi kontak erat Sumanto.

Meski kepala sekolah terkonfirmasi Covid-19, simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 2 Wonogiri tetap berjalan.

Pasalnya, seluruh siswa dan guru yang terlibat dalam PTM sudah menjalani swab dengan hasil negatif Covid-19.

“Keputusan Satgas Covid-19 Kabupaten Wonogiri PTM tetap jalan. Pasalnya salah satu syarat menggelar PTM adalah tes swab. Bila hasil uji swab ada yang positif maka PTM tetap jalan. Sementara yang terkonfirmasi positif dikarantina,” jelas Sumanto.

Tak hanya itu, hasil uji swab seluruh kontak erat Sumanto di SMAN 2 Wonogiri menunjukkan negatif Covid-19. Dengan demikian, PTM tetap berjalan seperti biasa.

Jumlah siswa yang mengikuti PTM tahap pertama sebanyak 40 orang.

Selanjutnya akan disusul 18 siswa lainnya setelah hasil uji swab mereka keluar.

“Kalau kita patuh maka akan menyelematkan yang lain. Namun bila kita terpapar dan tidak kooperatif bisa menyebabkan yang lain sakit,” pungkas Sumanto.

https://regional.kompas.com/read/2020/11/11/22281971/kepsek-di-wonogiri-positif-covid-19-simulasi-pembelajaran-tatap-muka-tetap

Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke