Salin Artikel

9 Pengungsi Merapi Reaktif Rapid Test, Langsung Dirujuk ke RS

Mereka langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Merah Putih Magelang untuk penanganan selanjutnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto menjelaskan, pengungsi yang reaktif itu tersebar di sembilan titik pengungsian atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA).

Rinciannya, di posko Desa Mertoyudan ada tiga orang reaktif dari 166 orang yang di-rapid test.

Kemudian di Desa Deyangan ada tiga orang dari 82 orang, di Desa Tamanagung satu orang dari 124 orang dan Desa Ngrajek dua orang.

"Rapid test dilakukan sejak pengungsi tiba di TEA masing-masing, dari tanggal 6 sampai 8 November 2020. Selain itu ada pengungsi kormobid (punya penyakit bawaaan) yang juga di rujuk ke RS Merah Putih," papar Edi, Jumat (6/11/2020).

Walaupun demikian, di posko Desa Banyurojo dari 238 orang pengungsi yang di-rapid test, tidak ada yang reaktif. 

Dikatakan Edi, rapid test ini menjadi satu syarat protokol kesehatan bagi pengungsi agar tidak muncul klaster penularan Covid-19.

Apalagi para pengungsi adalah kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, ibu hamil/mengusui, orang sakit dan disabilitas.

Tidak hanya rapid test, setiap posko juga ditata sedemikian rupa menggunakan sekat/bilik pemisah dari papan kayu.

Satu bilik diisi oleh 1 keluarga. Posko juga dilengkapi fasilitas cuci tangan, disinfeksi, serta petugas medis.  

https://regional.kompas.com/read/2020/11/09/05295051/9-pengungsi-merapi-reaktif-rapid-test-langsung-dirujuk-ke-rs

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke