NEWS
Salin Artikel

Dalam Sebulan, Ribuan Warga Daftar Gugat Cerai di PA Soreang, Bandung

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang, Ahmad Sadikin mengatakan, sejak pandemi pada Bulan Maret 2020, angka perceraian sangat tinggi.

Bahkan saking tingginya, kantor PA Soreang terpaksa menutup sementara pendaftaran gugatan cerai pada Mei selama dua minggu.

"Setelah itu, kita batasi yang daftar hanya 10 orang," kata Ahmad dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2020).

Ahmad mengatakan, karena pada Mei kuota pendaftaran gugatan cerai dibatasi sementara jumlah calon pendaftar banyak, maka pada Juni 2020, daftar gugatan cerai melonjak hingga 1.012 kasus.

"Bulan Juni 2020 masuk di atas 1.012 gugatan cerai. Biasanya berkisar 700 sampai 800 gugatan cerai per bulan," kata Ahmad.

Ia mengatakan, rata-rata alasan gugatan cerai itu karena faktor ekonomi.

"Gugatan cerai kebanyakan karena alasan nafkah. Karena nggak sabar. Orang-orang sekarang dikasih cobaan enggak tahan," kata Ahmad.

Perubahan gaya hidup

Sementara itu, salah seorang budayawan asal Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai, banyaknya gugatan cerai akibat perubahan gaya hidup masyarakat di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Perubahan gaya hidup itu khususnya terjadi pada ibu rumah tangga.

Dedi mengatakan, karakter ibu rumah tangga hari ini sangat bereda dengan kaum perempuan tahun 70-an. Menurutnya, kalau tahun 1970-an, seorang perempuan berfungsi bukan hanya sebagai ibu tetapi juga istri dan sekaligus juga terkadang menjadi tulang punggung keluarga. Ia mampu mengerjakan ketiga peran itu.

"Karena karakter perempuan saat itu ya tradisi pasrah pada keadaan. Apa yang diterima patut disyukuri karena itu sudah kodrat perempuan," katanya kepada Kompas.com via sambungan telepon, Rabu (26/8/2020).

Kata Dedi, terlepas dari sisi negatif tentang kepasrahan seorang ibu itu, tetapi dari suasana kebatinan, kaum ibu itu memiliki kedekatan dengan alam, Tuhan dan anak-anak, sehingga tumbuhlah kaum ibu kreatif.

Kemudian saat mereka mengalami kesulitan kebutuhan pokok waktu itu, para ibu menjadi kaum perempuan kreator.

Mereka bisa mengelola gadung dan biji karet menjadi makenan. Lalu mengolah singkong dan jagung menjadi keanekaragaman panganan. Akhirnya kebutuhan pokok keluarganya terpenuhi tanpa bergantung siapa pun.

Lalu seiring dengan perubahan tren dan zaman ketika teknologi informasi mengubah pola pikir manusia, maka kaum ibu hari ini menjadi kaum ibu terbuka. Dia tidak lagi melulu memerankan peran dapur, tetapi mula melakukan peran sosial, hidup organisasi dan kelompok ditambah maraknya penggunaan gawai, perangkat otomotif, televisi dan juga fashion.

Menurutnya, rangkaian seluruh bagian gaya hidup itu memerlukan biaya. Ketika biayanya terpenuhi, mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi, jika biayanya tidak terpenuhi, maka dia akan berusaha untuk meraih seluruhnya itu.

"Caranya bisa dengan dua hal. Pertama bekerja dan kedua ya ganti suami," kata Dedi yang juga anggota DPR RI ini.

Menurutnya, dengan ganti suami, perempuan memiliki harapan harapan baru mendapatkan pasangan berpengasilan besar sehingga bisa menutupi kebutuhan gaya hidup tadi.

"Atau kedua, bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan besar tanpa bergantung pada laki-laki," katanya.

Penyebab lain dari perceraian tadi, kata Dedi, karena kurangnya kesabaran dalam menghadapi kesulitan, terutama pada kaum ibu. Hal itu karena memang minimnya pendidikan untuk melatih kesabaran di keluarga.

"Dulu, ada istilah ibu mengajarkan anak perempuannya untuk menyulam. Itu sebenarnya mengajarkan tentang kesabaran. Tetapi sekarang pendidikan seperti itu sudah jarang," kata mantan bupati Purwakarta itu. (Editor: Ika Apriliani, Penulis: Putra Prima Perdana) 

https://regional.kompas.com/read/2020/08/26/11564761/dalam-sebulan-ribuan-warga-daftar-gugat-cerai-di-pa-soreang-bandung

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.