NEWS
Salin Artikel

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Salah satunya yang layak untuk dikunjungi adalah Kampoeng Reklamasi di daerah Air Jangkang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Destinasi yang mengusung tema kembali ke alam (back to nature) ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang.

Di kawasan ini, Anda bisa menemukan berbagai jenis satwa dan pepohonan endemik, kebun sayur-sayuran, budidaya ikan, pengembangbiakan sapi hingga peternakan kuda.

Bahkan beberapa spot sengaja didesain sebagai lokasi berfoto yang ikonik dan Instagramable.

Misalnya spot kebun bunga matahari dan rumah kayu di atas kolam ikan.

"Tak menyangka, ini dulunya bekas tambang timah. Sekarang semuanya sudah berubah. Banyak tanaman, satwa, dan terasa lebih hidup dan alami," kata Reni, salah seorang pengunjung dari Jakarta kepada Kompas.com, Selasa (11/8/2020).

Suasana yang asri dengan kicauan burung yang kerap terdengar memang telah mengubah potret daerah Air Jangkang.

Dulunya, kawasan ini terkesan terbengkalai dengan topografi berupa gundukan pasir bekas galian.

Namun, saat ini daerah Air Jangkang ibarat gadis remaja yang mahir bersolek.

Perubahan signifikan yang terjadi di daerah tersebut lahir dari komitmen masyarakat yang didukung penuh emiten tambang PT Timah Tbk.



Penangkaran satwa dan vegetasi

Salah satu pengelola dari Animals Lover Bangka Belitung Island (Alobi) Langka Sani mengatakan, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang kini juga difungsikan sebagai Pusat Penyelamatan Satwa (PPS).

"Peran PT Timah dalam PPS di Air Jangkang ini sangat nyata dan ini kegiatan konservasi satwa liar di kawasan di lahan eks tambang. PPS sebagai pusat rehabilitasi hasil dari penindakan hukum, satwa konflik, satwa serahan masyarakat dan satwa peredaran ilegal," ujar Langka Sani.

Dia menilai, PT Timah menjalankan reklamasi dalam bentuk lainnya, yaitu dengan pengembalian keanekaragaman hayati.

Pihaknya juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam mereklamasi kawasan Air Jangkang, tidak hanya sebagai tempat rekreasi tapi juga edukasi.

"Selain dari konservasi satwa liar, Kampoeng Reklamasi pemberdayaan masyarakat, ada peternakan sapi, ada tanaman buah dan juga banyak nilai edukasi tentang satwa liar dan tumbuhan. Bahkan saat ini sudah ada tempat penelitian," kata dia.

Berdasar Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan reklamasi dan pascatambang serta pasca operasi kegiatan usaha, maka perusahaan tambang dapat melakukan reklamasi dalam bentuk lainnya, dengan mengusulkan rencana reklamasinya ke Kementerian ESDM untuk mendapat persetujuan.

Pada reklamasi revegetasi, upaya yang dilakukan dengan menanam tanaman kayu fast growing seperti sengon, cemara laut, akasia dan tanaman lokal seperti nyato, mahoni, seru.

Kemudian beberapa jenis tanaman buah-buahan seperti jeruk, jambu mete, mangga dan lainnya.

"Adanya regulasi yang mengatur reklamasi bentuk lainnya, maka tidak hanya sekedar menanam dan penghijauan tapi mengembalikan lahan sesuai peruntukkannya. Kami mencoba dalam reklamasi lahan bekas tambang bentuk lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan komunikasi dengan masyarakat," kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk Anggi Siahaan.

Reklamasi dalam bentuk lainnya yang telah dilakukan PT Timah dalam memanfaatkan lahan bekas tambang menjadi kawasan reklamasi terpadu terdapat di beberapa lokasi.

Selain Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, ada Kampong Reklamasi Selinsing, dan Kebun Percontohan Air Nyatoh di Kabupaten Bangka.

https://regional.kompas.com/read/2020/08/12/08154471/menengok-bekas-tambang-di-bangka-yang-disulap-jadi-lokasi-agrowisata

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.