NEWS
Salin Artikel

Penumpang Tak Sanggup Bayar, Pemprov Lampung Gratiskan Rapid Test di Pelabuhan Bakauheni

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Lampung memfasilitasi ratusan penumpang yang tidak bisa membayar rapid test di Pelabuhan Bakauheni.

Dokumen hasil rapid test ini sendiri adalah salah satu syarat untuk pengeluaran surat clearance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bagi penumpang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan alat rapid test bagi penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

Hal ini adalah untuk menghindari penumpukan penumpang dan agar para penumpang tersebut tidak terlantar di area pelabuhan.

"Penumpang tersebut bukan warga Lampung, melainkan pekerja di beberapa provinsi di Sumatera yang telah di-PHK," kata Reihana dalam video rilisnya, Minggu (17/5/2020).

Namun, karena keterbatasan jumlah alat rapid test, tidak semua penumpang akan menjalani tes.

Reihana mengatakan, ada dua skema untuk penanganan ratusan penumpang yang telah tertahan sejak empat hari lalu itu.

Skema pertama yaitu jika temperatur penumpang kurang dari 36,5 derajat celcius, penumpang itu akan diberikan surat sehat dengan catatan belum dilakukan rapid test.

"Dilakukan rapid test di lokasi tujuan," kata Reihana.

Skema kedua adalah jika suhu tubu penumpang di atas 37,6 derajat celsius, baru dilakukan rapid test di tempat.

Jika hasil rapid test ini adalah nonreaktif, penumpang akan diberikan surat sehat.

"Tapi jika hasil rapid test adalah reaktif, akan kami ambil sampel swab tenggorokan dan meminta yang bersangkutan isolasi mandiri," kata Reihana.

Reihana menambahkan, para penumpang yang telah mendapatkan surat sehat dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Lampung akan diberangkatkan oleh Kementerian Perhubungan.

"Akan diberikan tumpangan langsung ke daerah asalnya," kata Reihana.

Diberitakan sebelumnya, ratusan penumpang tertahan sejak Rabu (14/5/2020) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Para penumpang tidak bisa menyeberang karena tidak memiliki dokumen hasil rapid test, yang adalah salah satu persyaratan untuk naik ke kapal.

Para penumpang yang tertahan itu memenuhi beberapa lokasi di pelabuhan seperti area parkir, area loket, area terminal dan area pintu keluar pelabuhan.

Ratusan penumpang tersebut sebagai besar adalah warga Jawa Tengah yang bekerja proyek di beberapa provinsi di Sumatera yang telah di-PHK dan habis kontrak.

https://regional.kompas.com/read/2020/05/17/20341431/penumpang-tak-sanggup-bayar-pemprov-lampung-gratiskan-rapid-test-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.