NEWS
Salin Artikel

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMP Tewas di Gorong-gorong Dibunuh Ayah | Jebolan The Voice Indonesia Aniaya Ibu

Sang ibu, Wati Fatwamawati mengaku sejak awal yakin jika anaknya adalah korban pembunuhan. Namun ia tak memiliki akses informasi dan mempercayakan sepenuhnya pada petugas kepolisian.

Sementara itu di Kupang, TH (17) jebolan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia diamankan polisi karena tega menganiaya ibunya.

Sebelum penganiayaan terjadi, TG meminta ibunya untuk menyiapkan baju yang akan digunakan jalan-jalan.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca Kompas.com dan erikut lima berita populer nusantara selengkapnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan Budi nekat membunuh anaknya karena emosi saat Delis meminta uang untuk acara studi tur ke Bandung yang diselenggarakan sekolahnya.

"Pelaku pun kalap dan membunuh korban di sebuah tempat rumah kosong," jelas Anom.

Setelah itu Budi memasukkan mayat anaknya yang masih berseragam lengkap pramuka ke gorong-gorong di depan sekolah Delis

Saat ditemukan pada Senin(27/2/2020) sore, tas sekolah berisi identitas dan buku sekolah masih ada di samping mayat Delis.

Sang ibu, Wati Fatmawati (46) mengaku sejak awal ia menyakini bahwa anaknya tewas karena dibunuh.

"Setelah mengetahui ini, perasaan saya lega tidak seperti kemarin-kemarin terus penasaran apakah anak saya meninggal karena celaka atau dibunuh. Tapi sejak awal saya yakin karena dibunuh," jelas Wati saat dimintai keterangan wartawan di rumahnya, Rabu (26/2/2020) malam.

Saat kejadian, Rabu (26/2/2020) pagi, TH meminta ibunya menyiapkan baju yang akan ia gunakan untuk jalan-jalan.

Sang ibu yang sedang memasak di dapur meminta agar anaknya bersabar.

Namun NH marah dan menganiaya ibunya. Ia menghampiri sang ibu dan memukul bagian kepala. TH juga terlihat beberapa kali menendang kepala dan punggung ibunya.

Seorang tetangga kemudian datang lantaran mendengar keributan dan melerai mereka.

Saat TH menganiaya ibunya, seorang tetangga merekamnya. Video tersebut pun viral di media sosial. TH kemudian diamankan polisi.

"Saya mengajak guru se-Indonesia banggalah kepada teman-teman kita yang hari ini menjalani proses hukum. Bukan bangga atas peristiwanya, tetapi bagimana mereka siap bertanggung jawab atas perbuatannya," ujar Andar usai menemui ketiga pelaku di Aula Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan tiga tersangka siapa menjalani hukuman karena lalai hingga menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi meninggal.

Ketiga tersangka juga minta digunduli dan memakai baju tahanan agar sama seperti tahanan lain dan tak memiliki keistimewaan meski berstatus guru.

"Merasakan sama di depan hukum. Kalau tahanan lain digundul, tidak pakai sandal, dan pakaiannya seperti itu, maka mereka ingin dipersamakan. Guru tidak harus diistimewakan, itu yang mereka sampaikan," ujar Andar.

Satu santri, FNF (18), ditemukan dalam kondisi tewas dan AS (19) dalam kondisi mengalami luka-luka lecet.

Penemuan mereka berawal saat warga mendengar suara orang kesakitan di sawah belakang rumahnya. Ia pun segera melaporkan ke ketua RT setempat.

Saat dicari sumber suara, warga menemukan mayat laki-laki yang tertelungkup di saluran irigasi persawahan.

Setelah itu terdengar suara teriakan dai area sawah dan saat dicek ada seorang pria melambaikan tangan meminta tolong.

Keduanya lalu dievakuasi dari lokasi kejadian langsung dibawa ke RSUD Sekarwangi di Kecamatan Cibadak.

Sebelum dikremasi, jenazah pasien tersebut dibungkus plastik agar virus pada mayat tidak menular.

"Jadi, mayat itu dibungkusnya dengan plastik, kalau dengan kain masih ada pori-pori kecil, karena ukuran virus itu sangat kecil, kan kalau dengan pasltik jadi tidak menyebar di udara," ujar Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP Dr Kariadi, dr RP Uva Utomo, SpKF saat dihubungi Kompas.com. Rabu (26/2/2020).

Ia menjelaskan, tidak hanya jenazah dengan suspect corona yang mendapat perlakuan dikremasi dengan plastik, tetapi juga jenazah pasien yang terinfeksi virus kategori airbone.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Irwan Nugraha, Budiyanto | Editor: Farid Assifa, Pythag Kurniati, David Oliver Purba, Aprillia Ika, Michael Hangga Wismabrata)

https://regional.kompas.com/read/2020/02/28/06070011/-populer-nusantara-siswa-smp-tewas-di-gorong-gorong-dibunuh-ayah-jebolan-the

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

Regional
Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Regional
Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Regional
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Regional
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Regional
Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Regional
Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Regional
Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Regional
Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Regional
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Regional
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Regional
Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.