NEWS
Salin Artikel

Perjuangan 238 WNI dari China, Sempat Ditolak hingga Tiba Waktu Kepulangan

Tepat pada pukul 12.00 WIB, proses observasi dan karantina ratusan warga Indonesia yang dipulangkan dari Wuhan, China, tersebut akan berakhir.

Observasi dan karantina itu untuk mengantisipasi virus corona yang sedang mewabah di China.

Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Rinciannya ada 238 warga dan 47 orang kru penjemput, sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

Pada Sabtu pagi, sejumlah WNI di lokasi karantina masih ada yang terlihat berkemas-kemas, merapikan pakaian mereka dan memastikan bahwa semuanya tidak tertinggal di lokasi karantina di Hanggar Labnud Raden Sadjad Ranai.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan pemerintah, masa observasi berlangsung 14 hari hingga hari ini.

Terlihat sejumlah sarana dan prasarana pendukung untuk proses pemulangan juga sudah bersiap.

Sempat ditolak warga

Waktu dua pekan bukan waktu yang singkat bagi 238 WNI dari Wuhan ini yang menjalani masa observasi dan karantina di Natuna.

Bahkan, di awal kedatangan, mereka sempat ditolak oleh warga sekitar dan diminta agar proses karantina tidak dilakukan di pulau terdepan ujung utara Indonesia ini.

Kehadiran mereka dikhawatirkan akan malah memabawa virus mematikan yang sudah menular ke ribuan orang di China.


Namun, misi kemanusiaan yang dilakukan pemerintah terus berjalan, hingga akhirnya mereka berhasil ditempatkan di Natuna untuk menjalankan masa observasi dan karantina selama 14 hari sejak Minggu (2/2/2/2020).

Teguran untuk Bupati

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna meliburkan sekolah mulai dari 3 Februari hingga 17 Februari 2020. Hal ini dilakukan agar anak-anak yang sangat rentan dengan penyebaran virus bisa terhindar dari virus corona.

"Setidaknya, dengan libur sekolah, anak-anak bisa tetap berada di rumah untuk menghindari bahaya dari virus corona tersebut," kata Sekretaris Daerah Natuna Wan Siswandi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (2/2/2020).

Namun, kebijakan ini tidak berlangsung lama. Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah mengeluarkan surat teguran yang ditujukan kepada Bupati Natuna.

Mendagri menyatakan bahwa Kabupaten Natuna sebagai tempat karantina WNI dari Provinsi Wuhan, China adalah kebijakan pemerintah pusat.

Kedua, Mendagri menilai, kebijakan meliburkan sekolah hanya akan menghambat proses belajar secara menyeluruh.

Mendagri meminta Bupati untuk segera mencabut surat edaran tersebut.

Warga mengungsi hingga nyaris gagal menikah

Polemik bagi proses karantina dan observasi WNI tersebut belum selesai. Sebagian masyakat Ranai, khususnya masyarakat Desa Kota Tua Penagih yang lokasinya hanya berjarak 1,3 kilometer dari lokasi karantina memilih untuk mengungsi.

Kegiatan observasi dan karantina ini menyebabkan ada satu pasangan di Penagih yang nyaris gagal menikah, yakni Solihin (21) dan Parmita (20).

Pernikahan mereka yang seharusnya dilaksanakan Kamis (6/2/2020), mendadak dimajukan menjadi Senin (3/2/2020).

Namun, hal itu hanya sebatas ijab kabul saja, sementara resepsinya sampai saat ini belum diketahui kapan akan dilaksanakan.


Solihin dan istrinya sempat merasa terpukul, karena seluruh undangan sudah disebar.

Bahkan, keperluan untuk makanan dan segala persiapan sudah selesai dilakukan.

Acara resepsi ditunda lantaran masyarakat khawatir terhadap keberadaan ratusan WNI yang dikarantina untuk mengantisipasi virus corona.

Mulai diterima masyarakat

Kendati demikian, sepekan sejak masa karantina dan observasi dilakukan, masyarakat Ranai mulai paham mengenai kebijakan dan antisipasi dari pemerintah.

Masyarakat yang mengungsi juga perlahan mulai kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

Suasana di Ranai mulai kondusif. Meski demikian, pemerintah pusat terus melakukan sosialisasi untuk mengobati trauma masyarakat Ranai, Natuna.

Pemerintah mendirikan 16 posko kesehatan hingga menggelar kegiatan keagamaan seperti doa bersama untuk kemajuan Natuna.

Senam dan jalan sehat serta bakti sosial pemberian bahan pokok dilakukan untuk masyarakat Penagih dan Pering.

Bahkan, dengan berakhirnya masa karantina, sebagian masyarakat Desa Kota Tua Penagih berharap mereka bisa bersilaturahim dengan 238 WNI yang dikarantina.

https://regional.kompas.com/read/2020/02/15/09312461/perjuangan-238-wni-dari-china-sempat-ditolak-hingga-tiba-waktu-kepulangan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Regional
Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Regional
Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Regional
Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Regional
Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Regional
Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Regional
Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Regional
Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.