NEWS
Salin Artikel

4 Kasus Perdagangan Bayi di Berbagai Daerah, Dijual untuk Bayar Persalinan hingga Ditawarkan di Facebook

Penjualan bayi yang terakhir terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, pekan lalu.

Seorang ibu yang merupakan seorang penjual gorengan, Darmini dijanjikan Rp25 juta jika menjual bayinya.

Dalam beberapa tahun terakhir kasus serupa juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Berikut kasus penjualan bayi yang dirangkum Kompas.com:

Pasangan remaja dari Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), Rn (18) dan DJ (19), ditangkap polisi karena menjual bayinya.

Bayi yang lahir pada 1 Agustus 2015 itu dijual dengan harga Rp 7 juta.

"Pasangan tersangka penjual bayi mengaku nikah siri," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Susetio Cahyadi, Senin (14/9/2015).

Para tersangka mengatakan, tidak mampu mengurus anaknya, sehingga menjual bayi dengan harga Rp 7 juta kepada pasangan RS dan HR.

Namun, kedua pelaku mengaku uang tersebut bukan untuk transaksi jual beli, melainkan pengganti biaya persalinan.

Ayah dan ibu bayi dijerat UU Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU RI No 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan pasangan yang diduga membeli bayi dijerat Pasal 79 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pria asal Kabupaten Gowa, Janwar membikin heboh jagat maya dengan menjual anaknya yang baru lahir lewat Facebook dengan harga Rp 39 juta.

Biaya tersebut cukup besar karena anak mereka lahir prematur, sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Janwar mengaku sudah berupaya mendaftarkan Andi Indra Ayu untuk jadi peserta BPJS Kesehatan, namun pihak BPJS memintanya agar mendaftarkan istrinya dua bulan menjelang melahirkan.

Dua hari setelah mendaftar, ternyata sang istri melahirkan secara prematur, padahal BPJS mereka belum aktif.

"Saya syok dan stres, Pak, karena biayanya besar sekali, sedangkan saya ini orang kecil. Saya kaget lihat tagihan Rp 39 juta, itu pun anak saya belum sembuh total dan biayanya masih terus bertambah. Jadi saya terpaksa posting di Facebook bahwa siapa yang bisa membayar biaya sebesar Rp 39 juta, anak pertama saya itu akan menjadi haknya sepenuhnya," ungkap Janwar, Jumat (30/9/2016).

Setelah kasus tersebut menjadi sorotan masyarakat, pihak RS Unhas dan BPJS memberikan solusi. Akhirnya anak mereka batal dijual.

Polresta Kediri menangkap seorang ibu, Intan Ratna Sari (20), warga Grogol, Kediri, karena diduga menjual anaknya yang baru lahir.

Wanita yang diduga sebagai perantara ialah Nofita Sari (28) warga Ngasem, Kabupaten Kediri, juga ikut ditangkap.

"Nofita mendapat nomor Intan dari grup Facebook 'Adopsi Bayi Sehat'," ujar AKP Kamsudi, Selasa (17/10/2017).

Keduanya sudah berkomunikasi sejak Intan hamil. Bahkan Nofita pernah memberikan Rp 1 juga sebagai uang muka.

Setelah lahir, Nofita mengambil bayi tersebut dan diberikan kepada seseorang bernama Sunarsih selaku pihak yang akan mengadopsi.

Sunarsih memberikan uang kepada Nofita sebesar Rp 11 juta. Uang tersebut diserahkan kepada Intan sebesar Rp 4 juta.

"Sehingga total yang diterima Intan sebesar Rp 5 juta," tutur Kamsudi.

Pelaku dijerat Undang-undang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta.

Empat orang wanita dijadikan tersangka oleh Polrestabes Palembang karena diduga terlibat perdagangan bayi.

Keempat pelaku ialah Darmini (40), Marlina (39), Sri Ningsih (44), dan Mariam (62) ditangkap pada Senin (13/1/2020) di kawasan Slamet Riady Kelurahan 8 Ilir, Palembang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setiyadji mengatakan, salah satu pelaku ialah ibunya sendiri, yakni Darmini.

"Kita mengamankan tersangka Sri Ningsih yang hendak menjual bayi kepada tersangka Maryam," kata Anom, Senin (20/1/2020).

Setelah itu, polisi baru menangkap dua tersangka lainnya, yakni Darmini dan Marlina.

Bayi perempuan yang dijual saat usia tiga hari itu kini dalam perawatan rumah sakit.

Empat tersangka dijerat Pasal 76 huruf F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara selama 15 tahun.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Tangguh Sipria Riang, Hendra Cipto, M Agus Fauzul Hakim, Aji YK Putra | Kristyarini, Caroline Damanik, Reni Susanti, Dony Aprian)

https://regional.kompas.com/read/2020/01/21/11300071/4-kasus-perdagangan-bayi-di-berbagai-daerah-dijual-untuk-bayar-persalinan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Regional
BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.