NEWS
Salin Artikel

Pengungsi Banjir di Bogor Butuh Bantuan Makanan, Pakaian dan Obat-obatan

Setidaknya ada 10 desa dengan total 766 rumah rusak diterjang bencana tersebut.

Dari jumlah itu, ada 4.146 warga yang harus mengungsikan diri ke beberapa lokasi yang lebih aman.

Salah satunya adalah korban longsor di Desa Pasir Madang yang kini mengungsi di kantor desa karena rumah mereka tertimbun tanah longsor.

Hingga kini mereka masih bertahan di pengungsian dengan peralatan seadanya seperti tikar.

Warga yang mengungsi ini ternyata masih kekurangan bantuan logistik seperti pakaian, makanan dan obat-obatan.

Rukmi (50), salah seorang korban longsor Kampung Cikesal, Desa Pasir Madang, mengatakan, saat ini ia hanya sebatang kara setelah longsor menerjang rumah dan menghancurkan seluruh harta bendanya.

"Enggak punya apa-apa lagi tinggal baju ini saja," ucapnya sambil menangis ketika ditemui Kompas.com, Minggu (5/1/2020).

Tepat di hari kelima pasca-longsor, ia tak lagi bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berbaring di tengah-tengah ratusan pengungsi.

Rukmi mengaku, sangat membutuhkan kursi roda, air bersih dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya di kaki.

"Sudah 5 hari di sini dan enggak punya siapa-siapa terus saya juga sudah enggak bisa jalan lagi, kaki sakit butuh kursi roda, peralatan pampers, handuk dan air bersih juga biar enggak gatal-gatal," kata Rukmi.

Korban lain bernama Erni (20) menyebut bahwa yang paling dibutuhkan adalah air bersih, pampers dan obat-obatan untuk bayinya.

Ia mengaku, kondisi di pengungsian tak sebanding dengan jumlah pengungsi yang terbilang banyak.

"Paling yan penting buat minyak kayu putih sama buat makan bayi," sebutnya.

Ia menilai, bantuan yang ada masih belum mencukupi kebutuhan warga yang mengungsi.

Terlebih kurangnya kamar mandi dan minimnya air bersih yang membuat pengungsi rentan terserang penyakit.

"Sejak di sini bayi saya badannya panas, batuk pilek, nangis, terus sejak dari kemarin dan enggak sembuh-sembuh mungkin obatnya enggak cocok, jadi harapannya ingin dikasih tempat yang layak, terus pengen cepet-cepet disediakan evakuasi sama obat-obatan yang layak juga," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasir Madang, Encep Supriyadi mengungkapkan, total warga yang mengungsi lebih dari 1.500 orang tersebar di beberapa lokasi seperti sekolahan, masjid dan rumah-rumah warga.

"Jumlah itu enggak semuanya di sini, ada juga beberapa warga selain Kampung Cikesal yang berpencar ke tempat lain," ucapnya.

Menurutnya, posko bencana terpadu di kantor desa tersebut akan diupayakan untuk menambah bantuan logistik dan obat-obatan.

Ia menilai, kurangnya pendistribusian bantuan terhadap korban longsor disebabkan karena akses yang sulit untuk dilintasi saat menyalurkan bantuan.

"Tim Gabungan masih kesulitan menembus akses ke kantor desa karena sejumlah jalan masih terputus tertimbun longsor," ujar dia.

https://regional.kompas.com/read/2020/01/06/08324691/pengungsi-banjir-di-bogor-butuh-bantuan-makanan-pakaian-dan-obat-obatan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.