NEWS
Salin Artikel

Tak Hanya Dibunuh, Mahasiswi di Bengkulu Diduga Diperkosa dan Dirampok

KOMPAS.com- Polres Bengkulu mulai mengungkap pelaku kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Bengkulu, Wina Mardiani (20).

Pelaku pembunuhan diketahui adalah PI (29), penjaga indekos tempat Wina tinggal.

Fakta ini didapat dari pengakuan TK, istri PI. TK mengakui suaminya telah membunuh Wina.

Sebelum dibunuh, polisi menduga Wina diperkosa dan dirampok.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna mengatakan, banyaknya rangkaian tindakan yang dilakukan pelaku membuatnya terancam pasal berlapis.

"Dalam kejadian ini ada banyak ya, ada pembunuhan, ada dugaan pemerkosaan juga dan ada curanmor juga," ujarnya, dilansir dari Antara.

Hasil otopsi jenazah Wina menunjukkan, mahasiswi itu dibunuh dengan cara dicekik dengan tali.

"Hasil otopsi yang bisa disampaikan yaitu korban dijerat di bagian lehernya sehingga tulang lidahnya itu patah," katanya.

Kepada istrinya, PI sempat mengaku telah membunuh Wina.

"Usai mengaku dengan istrinya, pelaku kabur membawa motor," katanya.

Setelah melarikan diri, PI menghubungi WL untuk menggadaikan motor Wina seharga Rp 1 juta.

WL pun memberi uang Rp 1 juta pada PI dengan jaminan sepeda motor milik korban.

Polisi membekuk WL dua hari setelah jenazah Wina ditemukan dan menetapkan WL sebagai tersangka.

Atas perannya sebagai penadah motor korban, WL terancam dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu PI.

Mengutip Antara, Polres Bengkulu bekerjasama dengan Polda Bengkulu membentuk tim khusus untuk memburu PI.

Polisi juga memantau jalur-jalur pintu keluar dari Provinsi Bengkulu.

"Saat ini kita fokus memburu pelaku utama.

Tim khusus kita gabungan dengan Polda. Kita selalu monitor setiap hari untuk mengetahui hasil pencarian pelaku," katanya.

Polisi juga menahan TK, istri PI untuk dimintai keterangan.

PI menghabisi nyawa Wina diduga lantaran dendam dan sakit hati.

Menurut Indramawan, sebelum dinyatakan hilang, PI sempat menyenggol motor Wina yang terparkir di depan kamar indekos.

PI kesal karena korban selalu menuntutnya memperbaiki sepeda motor yang rusak.

"Sampai pada saat kejadian itu korban belum mendapat kepastian dari terduga pelaku atau istrinya untuk memperbaiki motor," katanya.

Polisi menyebut, tidak menutup kemungkinan pelaku membunuh korban karena jengkel korban terus menagih pelaku memperbaiki motornya.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah | Editor David Oliver Purba, Robertus Belarminus)/Antaranews.com

https://regional.kompas.com/read/2019/12/13/13414891/tak-hanya-dibunuh-mahasiswi-di-bengkulu-diduga-diperkosa-dan-dirampok

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.