Salin Artikel

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Beralih menggunakan kayu memang menambah ongkos produksi tahu buatannya, namun bapak 2 anak ini mengaku senang setidaknya bisa mengurangi polusi udara di lingkungan sekitarnya.

"Dulu saat pagi maupun siang, langit seperti mendung karena asap proses pembakaran tahu dengan plastik," kata Zainal saat meninjau proses pembuatan tahu dengan kayu bakar di Kecamatan Jambangan Surabaya, Kamis (12/12/2019).

Saat menggunakan bahan bakar plastik, sehari dia hanya menghabiskan Rp 200 ribu untuk biaya bahan bakar, namun dengan menggunakan bahan bakar kayu dia harus menyiapkan setidaknya Rp 350 ribu dalam sehari untuk ongkos bahan bakar.

"Satu pick up plastik seharga Rp 200 ribu bisa habis sehari. Kalau kayu Rp 350 ribu," ucapnya.

Kasus telur mengandung dioksin

Semenjak diberitakan bahwa telur ayam di Desa Tropodo mengandung dioksin karena proses produksi tahu menggunakan bahan bakar plastik, kata Zainal, ada beberapa produsen termasuk dirinya beralih menggunakan kayu.

"Tapi belum semua, ada masih sebagian kecil," jelasnya.

Difasilitasi lembaga Konsorsium Lingkungan Hidup, Zainal sengaja diajak melihat langsung bagaimana proses pembakaran menggunakan kayu.

Zainal terlihat serius melihat perangkat pembakaran kayu di tempat tersebut, karena menurut dia, ketel pembakaran di tempatnya didesain khusus untuk pembakaran plastik.

Seperti diberitakan, hasil riset gabungan lembaga pemerhati lingkungan asing dan Indonesia menyebut telur ayam di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo mengandung dioksin.

Dioksin diketahui bahan kimia yang sangat beracun yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita.

Bahan kimia beracun itu biasanya dihasilkan dari proses pembakaran, seperti pembakaran sampah komersial atau penggunaan bahan bakar.

Senyawa tersebut kemudian terkumpul dalam konsentrasi tinggi di tanah dan sedimen.

Dioksin merupakan polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, parkinson, hingga cacat saat lahir. 

https://regional.kompas.com/read/2019/12/12/19221841/antisipasi-telur-mengandung-dioksin-pengusaha-tahu-di-sidoarjo-mulai

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke