NEWS
Salin Artikel

Hakim PN Medan Diduga Dibunuh, 22 Saksi Diperiksa, Polisi Tak Mau Gegabah

MEDAN, KOMPAS.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan bahwa hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) diduga merupakan korban pembunuhan.

Agus berkata 'iya' dengan lugas ketika ditanya apakah korban dibunuh.

Usai menerima kunjungan spesifik 9 anggota Komisi 3 DPR RI pada Rabu sore tadi (4/12/2019), Agus mengatakan, saat ini Polrestabes Medan sedang bekerja mengungkap kasus tersebut.

"Tadi ditekankan bahwa Pak Fachri (Mulfachri Harahap) sebagai ketua tim kunjungan spesifik ke Polda Sumut harapannya kasus ini segera terungkap," katanya.

Dijelaskannya, dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Jamaluddin, pihaknya sudah memeriksa 22 orang saksi. Namun demikian, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita mau menduga orang sebagai pelaku itu kan tidak boleh gegabah," katanya.

Saat ini, pihaknya masih mendalami semua alibi, alat bukti yang ada.

Agus menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik, mayat sudah kaku dan mulai lemas dan mulai kembali lembap mengarah pembusukan.

"Artinya korban meninggal antara 12-20 jam (sebelumnya). Artinya bahwa ya, kita nanti akan mendetail ke sana. Pelan-pelan," katanya.

Dikatakannya, pemeriksaan cairan lambung yang dilakukan untuk mencari tahu apakah ada racun atau bahan-bahan yang membahayakan.

"Yang ada hanya kafein dan obat batuk. Berarti yang bersangkutan dalam kondisi normal, tidak mabuk dan tidak diracun," katanya.

Ketika ditanya mengenai adanya luka di leher, Agus mengarahkan gaar ditanyakan kepada penyidik. Pihaknya masih harus membuat timeline dari waktu ke waktu.

"Soal itu (luka di leher), itu tanya ke penyidik ya, kita masih harus buat timeline, waktu ke waktu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, hakim PN Medan Jamaluddin (55) ditemukan tewas di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (29/11/2019).

Saat ditemukan, jasad Jamaluddin berada di kursi belakang sopir.

Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno mengatakan, pada Jumat pagi, almarhum Jamaluddin sempat datang ke kantor.

Seorang anggotanya di PN Medan, menurutnya, mengaku sempat melihatnya.

Pihaknya bersama dengan pihak keluarga berharap agar kasus kematian hakim PN Medan itu diusut tuntas.  

https://regional.kompas.com/read/2019/12/04/19210041/hakim-pn-medan-diduga-dibunuh-22-saksi-diperiksa-polisi-tak-mau-gegabah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.