NEWS
Salin Artikel

Kisah Pilu Mbah Kasirah, Tak Punya E-KTP, Hidup Sebatang Kara dan Sakit Tanpa Bantuan Pemerintah

NGAWI, KOMPAS.com  -  Mbah Kasirah (89) warga Desa Keras Wetan, Kabupaten Ngawi Jawa Timur hanya bisa tergolek di atas kasur usang yang berdebu.

Lima tahun terakhir dia menderita sakit pada tenggorokan dan hanya bisa tidur terlentang karena untuk tidur miring lehernya akan terasa sakit.

Untuk memenuhi kebutuhannya, Mbah Kasirah yang hidup sebatang kara hanya menanti belas kasihan tetangga sekitarnya.

“Warga disini urunan, misalnya pampersnya habis giliran keluarga siap yang membelikan,” ujar Suharno, warga Desa Keras Wetan yang selama 20 tahun terakhir merawat Mbah Kasirah, Kamis (5/9/2019).

Suharno menambahkan,  20 tahun terakhir Mbah Kasirah tinggal di rumah kosong milik saudaranya.

Meski mengalami kebutaan saat remaja, namun Mbah Kasirah tergolong perempuan rajin karena sebelum sakit dia masak dan membersihkan sediri rumah tempat tinggalnya.

“Karena buta kerjanya ya bersih bersih rumah sama masak. Kebutuhan hidupnya ya menunggu ada warga yang ngasih,” imbuhnya.

Mbah Kasirah mengaku tidak bisa bangun. Untuk makan dan minum dia lakukan sendiri dengan cara tiduran. Dia mengaku tenggorokannya terasa sakit saat menelan makanan maupun minum.

“Sakit di leher sebelah kanan ini. Nggak bisa bangun, makan ya sambil tiduran,” ujarnya.

Mbah Kasirah mengaku mengalami kebutaan sejak remaja. Dia hanya bisa berharap pada bantuan warga karena hidup sebatang kara.

“Kalau makan ya nunggu ada warga yang ngasih,” tambahnya.

Meski hidup sebatang kara dan hidup dari belas kasihan warga, namun Mbah Kasirah tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah.

Kaur Umum Desa Keras Wetan Sukamto mengatakan, pihak desa sudah mengusulkan nama Mbah Kasirah kedalam daftar penerima bantuan, namun sampai saat ini nama Mbah Kasirah tidak pernah muncul sebagai penerima bantuan.

“Masalahnya Mbah Kasirah itu tidak mempunyai e-KTP, karena syarat untuk mendapatkan bantuan harus memunyai e-KTP,” ujarnya saat ditemui di kantor desa.

Plt Sekertaris Desa Keras Wetan Gunari mengatakan, Mbah Kasirah memang memiliki KTP, namun saat perekaman dan foto e-KTP Mbah Kasirah tidak datang sehingga tidak memiliki e-KTP.

Dia mengaku perangkat desa sudah mendatangi mbah Kasirah dan menyerahkan bantuan hasil dari patungan para perangkat.

“Sejak ramai di medsos kemarin kami sudah mendatangi Mbah Kasirah dan menyampaikan bantuan. Kita harapkan warga nanti melapor kalau kebutuhan pampers Mbah Kasirah habis,” katanya.

Gunari mengaku, tahun ini pemerintah desa juga mengusulkan kembali nama mbah Kasirah ke dalam keluarga yang berhak mendapat bantuan.

“Sudah kami usulkan, tapi yang berhak menentukan kan pemerintah pusat,” pungkasnya.

https://regional.kompas.com/read/2019/09/06/11062071/kisah-pilu-mbah-kasirah-tak-punya-e-ktp-hidup-sebatang-kara-dan-sakit-tanpa

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.