NEWS
Salin Artikel

Kronologi Perampokan dan Penyekapan Satu Keluarga di Kantor Dinkes Malang, Pelaku Diduga 4 Orang

MALANG, KOMPAS.com — Polisi masih menyelidiki kasus perampokan disertai penyekapan yang terjadi di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Perampokan itu terjadi pada Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 1.30 WIB.

Polisi menduga pelaku berjumlah empat orang.

Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan dari Polres Malang: 

Pelaku pakai mobil pelat merah

Awalnya, pelaku memasuki halaman kantor Dinkes menggunakan mobil pelat merah.

Selanjutnya, pelaku menyekap Agus, petugas keamanan yang berjaga pagi.

Pelaku juga menyekap Susiati serta ayahnya Suyadi dan kedua anaknya.

Susiati yang merupakan seorang pegawai memang tinggal di kantor tersebut. Ia tinggal bersama ayahnya Suyadi dan kedua anaknya.

Setelah menyekap orang-orang yang ada di kantor tersebut, pelaku langsung bereaksi dengan mencongkel pintu dan jendela kantor.

Pelaku lantas menggasak uang tunai Rp 3,7 juta dari ruang koperasi.

Pelaku diduga 4 orang, korban ditodong senpi

"Pelaku diduga sekitar tiga sampai empat orang," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Jumat (9/8/2019).

Polisi masih kesulitan mengungkap pelaku perampokan karena CCTV di kantor tersebut juga dirusak pelaku.

"Ada CCTV sebenarnya, tetapi CCTV ini dirusak dan recorder diambil oleh para pelaku," ungkapnya.

Selain membawa alat congkel jendela dan pintu, pelaku juga membawa senjata api yang ditodongkan pada orang-orang yang ada di kantor tersebut supaya tidak berteriak.

"Informasinya membawa beberapa alat untuk sarana kejahatan, di antaranya memang menurut kesaksian korban, dia ditodong menggunakan senpi," kata Komang.

Pelaku tidak menggunakan penutup kepala saat beraksi. Namun, karena kondisi gelap, wajah pelaku tidak dikenali.

"Saat itu karena kondisi gelap, korban tidak bisa mengetahui secara rinci bagaimana karakteristik wajah pelaku," ungkapnya.

Masalah CCTV

Wali Kota Malang Sutiaji mengaku prihatin dengan kejadian perampokan itu.

Ke depan pihaknya meminta seluruh CCTV yang ada di semua kantor pemerintahan supaya terkoneksi dengan ponsel masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal itu supaya masing-masing kepala OPD bisa mengecek keadaan secara realtime.

"Jadi semuanya para OPD selaku pengguna barang, nanti CCTV-nya masuk ke handphone teman-teman sehingga dia bisa memonitor. Yang kedua recorder harus bisa disimpan yang bagus," katanya.

https://regional.kompas.com/read/2019/08/09/18543661/kronologi-perampokan-dan-penyekapan-satu-keluarga-di-kantor-dinkes-malang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.