NEWS
Salin Artikel

Kisah Istri Selamatkan Suami dari Gagal Ginjal Kronis, Demi Cinta hingga Menunggu 5 Tahun

KOMPAS.com - Rasa cinta yang begitu dalam membuat Yulis Ratna Sari (29) rela memberikan satu ginjalnya kepada suaminya, Sholahuddin Ritonga (41).

Sholahuddin telah divonis mengalami gagal ginjal stadium akhir. Dirinya juga harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.

Yulis menceritakan, dirinya harus menunggu kurang lebih lima tahun untuk bisa menjalani operasi cangkok ginjal.

Namun, saat ini Yulis merasa bahagia dan lega setelah berhasil menjalani operasi cangkok ginjal di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, tepatnya pada 29 Juli 2019 lalu.

Yulis dan suaminya pun berharap segera sembuh pasca-operasi dan melanjutkan kembali perjalanan hidup mereka bersama-sama. 

Berikut ini kisah Yulis donorkan ginjal untuk suaminya:

Yulis menyadari, tanggung jawab profesi suaminya sebagai pegawai Kejati tidaklah mudah. Beban itu semakin berat setelah Sholahuddin divonis gagal ginjal stadium akhir dan harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu.

Yulis masih teringat perjuangan suamiya bertahun-tahun menahan rasa sakit. Saat itu, suaminya tetap bekerja seperti biasa.

“Sebagai istri saya wajib mendampingi suami dalam keadaan suka dan duka. Apalagi suami pegawai Kejati, saya harus selalu hadir agar dapat menjalankan tugasnya sebagai abdi negara,” katanya.

Tak lama setelah suaminya dinyatakan gagal ginjal, secara bersamaan pada 2014 itu juga suami Yulis yang masih bertugas di Kejati Menpawa, Kalimantan Bara, mendapat SK pindah tugas ke Kejati Provinsi Aceh.

Dalam kondisi sakit suaminya sempat sedih dan pesimis kala itu. Yulis pun mengaku berusaha keras menyemangati sang suami dan mendampinginya untuk menjalani tugasnya sebagai PNS.

“Saat itu suami sempat sedih dan pesimis karena baru saja ia divonis menderita gagal ginjal stadium akhir. Di saat itu juga ia mendapat SK pindah ke Kejati Aceh. Tapi saya selalu menyemangati karena saya yakin Allah tidak memberi cobaan di luar kemampuan kita,” ujarya.

Yulis mengaku keinginannya untuk mendonorkan ginjal kepada sang suami sempat terkubur pada 2014.

Itu karena setelah ditelusuri, biaya operasi cangkok hati di salah satu rumah sakit terkenal di Indonesia kala itu biayanya sangat mahal.

Sementara tak ada harta benda yang dapat dijual untuk biaya operasi.

Yulis pun mengaku hanya bisa pasrah sambil berdoa agar cobaan yang ia hadapi dimudahkan dan mendapat petunjuk dari Allah.

Setelah 4 tahun menunggu, Yulis akhirnya mendapat kabar gembira bahwa operasi cangkok ginjal bisa dilakukan di Rumah Sakit RSUZA Banda Aceh dengan fasilitas BPJS.

Yulis segera mengurus ke rumah sakit dan akhirnua pada 19 Juli, keduanya menjalani operasi cangkok ginjal.

“Mungkin doa-doa saya selama ini untuk segera dapat mendonorkan ginjal kepada suami dikabulkan Allah. Alhamdulillah sekarang suami saya tinggal menunggu masa penyembuhan dan operasi cangkok ginjal sudah berhasil dan berjalan sesuai dengan apa yang harapkan,” ucapnya.

Yulis pun tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah menjalani operasi.

“Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang kami inginkan, dan kemarin sudah dibolehkan pulang ke rumah,” kata Yulis saat ditemui Kompas.com bersama pegawai Kejati membesuk ke rumah nya di kawasan Lampineung Banda Aceh, Kamis (8/8/2019).

Razi Khan salah satu rekan kerja Sholahuddin di Kejati menceritakan, Sholahuddin yang juga merupakan atasannya itu dipandang sebagai sosok yang disiplin dalam bekerja dan ramah pada semua pegawai.

Meski ia menderita penyakit ginjal, Sholahuddin tak pernah absen hadir ke kantor dan bekerja seperti pegawai normal lainnya.

Bahkan selama empat tahun bertugas di Kejati Aceh, tak ada yang tahu bahwa Sholahuddin menderita penyakit gagal ginjal.

“Sosok Bapak Sholahuddin luar biasa, orangnya disiplin, ramah, dan tidak pernah mengeluh. Kami pun selama ini tidak tahu bahwa beliau menderita penyakit gagal ginjal. Jadi tahunya kemarin waktu sudah masuk ke rumah sakit menjalani operasi,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS.com (Raja Umar)

https://regional.kompas.com/read/2019/08/09/11210051/kisah-istri-selamatkan-suami-dari-gagal-ginjal-kronis-demi-cinta-hingga

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.