Salin Artikel

Ini Pesan Khusus KH Maimun Zubair Sebelum Berangkat ke Mekkah

Nasihat bijak yang sering dikemukakan oleh Mbah Maimun itu terakhir kali terucap saat Muhammad Jibril mendampinginya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi.

Muhammad Jibril pun tak menyangka jika momen itu adalah saat terakhir ia bisa mengabdikan diri mendampingi kiai sepuh tersebut.

"Beliau berpesan kepada saya kalau keistiqomahan beliau dari dulu sampai sekarang itu karena beliau sering membaca, memahami Al Quran dan kitab kuning. Maka, beliau berpesan kepada saya dan masyarakat supaya jangan melupakan Al Quran dan kitab kuning. Doa yang terbaik buat beliau," ujar Muhammad Jibril yang juga masih kerabat Mbah Maimun saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Ulama kharismatik yang juga Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair dikabarkan wafat saat menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/8/2019).

Informasi tentang wafatnya Pengasuh Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, itu dibenarkan oleh abdi dalem Mbah Kiai Maimun, Muhammad Jibril.

"Njih leres (Iya benar)," kata Muhammad Jibril saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel.

Dijelaskannya, sesuai dengan keputusan pihak keluarga, Mbah Kiai Maimun yang lahir pada 28 Oktober 1928 akan dikebumikan di Mekkah. 

"Insya Allah dimakamkan di Mekkah di Makla setelah Dzuhur waktu setempat. Ini sesuai keputusan keluarga," kata Muhammad Jibril.

Ulama yang akrab disapa Mbah Moen ini merupakan salah satu dari anggota Ahlul Hall wal Aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015.

Beliau merupakan seorang alim, faqih, sekaligus muharrik (penggerak).

Selama ini, Mbah Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia dalam bidang fiqih. Hal ini karena Mbah Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fiqih dan ushul fiqih.  

Mbah Kiai Maimun lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini mengasuh Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. 

Beliau pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR utusan Jawa Tengah.  

Kiai Maimun istiqomah mengembangkan Pesantren Al Anwar hingga kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar agama Islam. 

Karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Mbah Kiai Maimun diangkat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

https://regional.kompas.com/read/2019/08/06/13445271/ini-pesan-khusus-kh-maimun-zubair-sebelum-berangkat-ke-mekkah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke