NEWS
Salin Artikel

Anak Balita Diikat oleh Ayahnya dengan Tali Rafia, Ini Alasannya...

SURABAYA, KOMPAS.com – Seorang anak balita berinisial A dikabarkan mendapatkan kekerasan dengan diikat menggunakan tali rafia oleh ayah kandungnya sendiri, WDD (61), di rumahnya di Jalan Putro Agung II, No. 40, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Sabtu (4/8/2019).

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, kasus tersebut awalnya diketahui oleh anggota Linmas Kota Surabaya yang secara kebetulan bertugas menertibkan bangunan, yang jaraknya tidak jauh dengan rumah anak balita tersebut.

Kata Eddy, anggota Linmas tersebut kemudian mendatangi rumah WDD dan menemukan anak balita laki-laki dalam keadaan diikat dengan tali rafia.

”Saat didatangi ternyata benar ada balita yang diikat tanpa mengenakan baju kecuali popok yang dikenakan. Akhirnya, petugas melepaskan tali dan mengevakuasi bayi itu,” kata Eddy, Senin (5/8/2019).

Saat dilakukan evakuasi itu, menurut Eddy, orang tuabayi tersebut WDD sempat menolak anaknya dibawa ke Liponsos di kawasan Kalijudan.

Menurut Eddy, ayah korban diduga mengalami gangguan jiwa. Sehingga, membutuhkan waktu lama untuk mengevakuasi korban untuk mendapat perawatan.

”Bayi tersebut kami bawa dan kami serahkan ke Liponsos Kalijudan,” ujar dia.

Ia menyampaikan, bayi berusia 1,5 tahun itu dibawa ke Liponsos Kalijudan pada Sabtu (3/8/2019) sekitar pukul 18.30 WIB.

Namun, pada pukul 20.30 WIB, anak tersebut dikabarkan telah dijemput oleh sang ayah, WDD bersama ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Sriyono.

Saat dikonfirmasi, Sriyono membenarkan bayi A itu telah dijemput WDD dan telah dipulangkan ke rumahnya di Kelurahan Rangkah.

Menurut dia, WDD saat ini hanya tinggal bersama bayi A di rumahnya. Sementara itu, istri dan enam anaknya telah lama meninggalkan WDD.

Alasan WDD mengikat bayi A tersebut karena takut anaknya hilang saat ia meninggalkan rumah. Sebab, saat WDD bekerja, tidak ada yang menjaga bayi tersebut.

WDD yang bekerja sebagai pekerja serabutan itu lantas mengikat anaknya yang tergolong aktif tersebut.

”Anaknya ini tergolong balita yang aktif. Makanya bapaknya takut anaknya ini hilang atau tertabrak mobil kalau sedang ditinggal oleh bapaknya,” ucap dia.

Meski demikian, Sriyono mengaku telah meminta WDD agar anaknya tidak diikat kembali dan diperlakukan selayaknya manusia.

”Kami dan tetangga sudah ingatkan, menasihati yang bersangkutan agar anaknya tidak diperlakukan demikian (diikat),” kata dia.

https://regional.kompas.com/read/2019/08/05/22555711/anak-balita-diikat-oleh-ayahnya-dengan-tali-rafia-ini-alasannya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.