NEWS
Salin Artikel

Ini Kata Pemkot soal Tata Tertib RW di Kota Malang yang Denda Zina dan KDRT

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang memastikan belum ada warga di RW 2 Kelurahan Mulyorejo yang dikenai tata tertib.

Sebab, meski sudah ditetapkan oleh ketua RW, tata tertib yang kontroversi itu masih dalam tahap sosialisasi.

Tata tertib di RW 2 itu menuai sorotan karena setiap poin mengandung nilai uang.

Salah satunya, kewajiban membayar Rp 1,5 juta bagi warga pendatang pindah tetap, denda Rp 1,5 juta bagi pezina, denda Rp 1 juta bagi pelaku KDRT, denda Rp 500.000 bagi pemakai dan pengedar narkoba serta kompensasi 2 persen bagi warga yang menjual rumah dan tanahnya.

"Itu tataran konsep yang dimintakan respon balik ke masyarakat. Sehingga sampai saat ini belum ada satu pun warga yang merealisasikan tatib itu," kata Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto di Balai Kota Malang, Jumat (12/7/2019).

Wasto mengaku sudah memanggil Camat Sukun dan Lurah Mulyorejo terkait kasus itu. Wasto juga sudah mendapatkan klarifikasi dari pengurus RW 2 dan RT yang ada di wilayah RW 2.

Menurutnya, ada kesalahan administrasi yang dilakukan oleh pengurus RW. Karena pengurus RW sudah menanda tangani dan menstempel tata tertib tersebut padahal masih akan disosialisasikan kepada warga. 

Menurut Wasto, pengurus RW sudah sepakat untuk merevisi tata tertib itu sebelum akhirnya tersebar di media sosial.

"Karena memang spirit dan semangatnya untuk mendapatkan respon balik, katanya sudah sepakat untuk melakukan revisi. Belum direvisi sudah viral," katanya.

Wasto lantas meminta pengurus RW 2 untuk merevisi tata tertib tersebut, termasuk meminta sejumlah poin untuk dihapus.

Di antaranya poin denda bagi pezina, pelaku KDRT serta pemakai dan pengedar narkoba. Sebab, perbuatan itu adalah pidana dan sudah diatur secara hukum.

Selain itu, kompensasi 2 persen bagi warga yang menjual tanah atau rumahnya juga dihapus karena dinilai memberatkan.

Wasto meminta pengurus RW untuk berkoordinasi dengan lurah setempat dalam melakukan revisi tata tertib tersebut.

"Tolong dikonsep ulang, terus dibawa ke Pak Lurah dan kalau Pak Lurah ragu, bawa ke saya," katanya.

Diketahui, tata tertib RW 2 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang memuat sejumlah poin yang kontroversial.

Tatib itu ditetapkan pada 14 Juni 2019 dan ditanda tangani oleh Ashari selaku ketua RW 2.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/12/21331411/ini-kata-pemkot-soal-tata-tertib-rw-di-kota-malang-yang-denda-zina-dan-kdrt

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.