Salin Artikel

Setelah Menabung 30 Tahun, Petani Rumput Laut Akhirnya Naik Haji Bersama Istri

BUTON TENGAH, KOMPAS.com – Setelah menabung sekitar 30 tahun, seorang petani rumput laut di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, La Baua (69), akhirnya dapat menunaikan ibadah haji di tahun ini. 

Selama puluhan tahun, ia menyisihkan sebagian hasil pendapatannya dari menjual rumput laut dan ikan, untuk ditabung agar dapat naik haji berdua bersama istrinya, Maria. 

Saat ditemui di rumahnya di Desa Wara, Kecamatan Lakudo, kabupaten Buton Tengah, Selasa (9/7/2019), La Baua yang ditemani istrinya, Maria, menuturkan, 30 tahun yang lalu ia punya niat yang kuat untuk mulai menabung untuk naik haji.

“Itu sudah lama (menabung) sudah 30 tahun lebih. Sedikit-sedikit yang ada saja kami tabung dulu di rumah, setelah itu, kami tabung di bank,” kata La Baua, Selasa (9/7/2019).

Untuk memenuhi tambahan uang hajinya, selain hasil menjual rumput laut atau ikan, lelaki tua ini juga menjadi ojek perahu dengan menerima penumpang yang turun dari kapal dan membawa penumpang tersebut ke daratan. 

“Kalau ada uang, kami tambah lagi kasih masuk lagi di bank, sedikit-sedikit. Saat sudah ada Rp 51 juta, kami mulai mendaftarkan haji berdua,” ujar dia dengan wajah gembira. 

La Baua dan Maria mulai mendaftarkan haji di Kantor Kementrian Agama di tahun 2012.

Sambil menunggu panggilan untuk berangkat haji, kedua pasangan ini tetap mencari tambahan untuk melunasi ongkos naik haji.

Maria, sang istri misalnya, mencari tambahan uang dengan berjualan roti.

“Saya juga jualan roti pagi dan sore, kalau pagi saya dapat Rp 100.000, kalau sore kadang saya dapat Rp 60.000. Itu saya sisihkan untuk tambah-tambah naik haji,” ucap Maria. 

Selama 7 tahun menunggu panggilan naik haji, pasangan ini dapat melunuasi ongkos naik haji dengan menambahkan Rp 28 juta. 

Saat ini, wajah gembira terpancar dari pasangan ini karena tanggal 23 Juli, keduanya akan berangkat menuju Mekah melalui embarkasi Makassar. 

“Perasaan sudah gembira. Sampai di Mekah, saya doakan agar mereka semua di sini juga dipanggil agar bisa sama-sama naik haji,” tutur La Baua.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/09/19365151/setelah-menabung-30-tahun-petani-rumput-laut-akhirnya-naik-haji-bersama

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke