NEWS
Salin Artikel

Rapat Pleno KPU di Cianjur Ricuh gara-gara Pertanyaan Bernada Tinggi

Kericuhan terjadi di dalam ruangan rapat di hari ketiga, Jumat (03/05/2019) dini hari yang diduga melibatkan sejumlah petugas PPK dengan beberapa komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur.

Kericuhan itu pun terekam kamera dan videonya kini beredar di grup aplikasi perpesanan wartawan Cianjur. Dalam video tersebut, beberapa orang terlihat bersitegang dan terlibat friksi.

Kericuhan terus berlanjut dan semakin melibatkan banyak orang sehingga memaksa pimpinan rapat melalui pengeras suara mengusir orang-orang yang dinilai tidak berkepentingan dengan rapat tersebut untuk meninggalkan ruangan.

Bahkan, karena situasi dinilai sudah tidak kondisuf pimpinan rapat pun menskorsing rapat pleno tersebut dan rapat akan kembali dilanjutkan Sabtu (04/05/2019) pagi atau pukul 08.00 WIB.

Sebelum kericuhan pecah, sejumlah komisioner Bawaslu yang turut dalam rapat pleno tersebut sempat terlibat adu argumentasi dengan pihak KPU saat mempertanyakan persoalan DPTB pada Pleno PPK Sukanagara.

“Atas persoalan ini, khusus untuk TPS 15 dan 05 di Desa Sukanagara saya minta dihitung ulang,” kata salah seorang komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur dalam video tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Jawari membenarkan adanya keributan yang melibatkan anggotanya dengan sejumlah petugas PPK.

“Bawaslu memersoalkan terkait konsep DPK yang ternyata berbeda gagasan antara KPU dengan PPK,” kata Usep saat dikonfirmasi Kompas.com di lokasi rapat pleno, Sabtu (4/5/2019) pagi.

Namun demikian, pihaknya menilai apa yang terjadi dengan petugas PPK dalam rapat pleno semalam merupakan bagian dari dinamika.

“Sekarang sudah klir. Kalau terkait desakan penghitungan ulang dari anggota kita itu tidak mencakup semua wilayah,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Cianjur Hilman Wahyudi mengatakan, kericuhan yang melibatkan petugas PPK dengan komisioner Bawaslu semalam lebih disebabkan kesalahpahaman.

“Itu (kericuhan) berawal dari pertanyaan-pertanyaan kritis dari pihak Bawaslu ke PPK khususnya terkait aturan DPK (daftar pemilih khusus).  Namun karena disampaikan dengan nada tinggi sehingga memicu emosi rekan-rekan PPK,” tutur Hilman saat dikonfirmasi Kompas.com di lokasi rapat pleno, Sabtu (04/05/2019) pagi.

Oleh karena itu, ditegaskan Hilman, keributan semalam lebih karena tata cara penyampaian saja.

“Kalau substansinya sih oke. Hanya nadanya tinggi sehingga dirasa kurang pas tata cara penyampaiannya sehingga menyulut emosi beberapa kawan PPK,” ungkapnya.

https://regional.kompas.com/read/2019/05/04/11053041/rapat-pleno-kpu-di-cianjur-ricuh-gara-gara-pertanyaan-bernada-tinggi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.