NEWS
Salin Artikel

Kata Mahasiswa ITS soal Presiden yang Dibutuhkan Indonesia

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 190 juta warga Indonesia yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 sudah menggunakan hak suaranya untuk menentukan pemimpin bangsa.

Dalam Pemilihan Presiden 2019 kali ini, kedua kandidat capres yang berkompetisi merupakan pengulangan Pilpres 2014, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Setelah hasil quick count atau hitung cepat dari sejumlah lembaga survei beredar, semua pihak sedang menunggu hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Siapapun nanti yang bakal terpilih, tentu semua menginginkan negara ini terus melangkah maju dan bisa mensejahterakan seluruh penduduk Tanah Air.

Kompas.com mewawancarai sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019) mengenai sosok presiden yang dibutuhkan untuk bisa menjawab berbagai persoalan di Indonesia.

Bisa jaga persatuan

Gery Gunawan, mahasiswa semester 6 Jurusan Teknik Mesin ITS menyebut, presiden yang akan memimpin negeri ini harus bisa menjaga persatuan.

Sebab, menurut Gery, masalah intoleransi di Indonesia masih terjadi di banyak daerah. Kaum minoritas di Indonesia, kerap mendapat perlakuan tindak diskriminatif yang berujung pada intimidasi hingga kekerasan.

"Saya mendambakan presiden yang toleran dan bisa menjaga persatuan," kata Gery.

Jargon Bhineka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetap satu jua, seolah tidak nampak di republik ini. Ia berharap, siapa pun yang terpilih bisa menyelesaikan masalah intoleransi di Indonesia.

"Menurut saya, toleransi di Indonesia lumayan parah. Jadi, yang seharusnya kita Bhineka Tunggal Ika itu, belum ada. Harus ditingkatkan," ujar dia.

Jujur dan adil

Olga Putri Sholicha, mahasiswi semester 8 Jurusan Teknik Transportasi Laut ITS mengatakan, pemimpin negara harus jujur dan adil dalam menjalankan sistem pemerintahan di Tanah Air.

Ia menilai, masalah lingkungan dan eksploitasi alam masih marak terjadi. Selain itu, masih banyak pengangguran yang menyebabkan jutaan rakyat berada dalam kemiskinan.

"Sistem ketenagakerjaan harus diperbaiki. Persoalan lingkungan juga harus diatasi. Ini menyangkut kepentingan publik," ucap dia.

Mahadi Yahya Sormin, mahasiswa semester 4 Jurusan Teknik Kelautan ITS menginginkan presiden yang jujur, tegas, dan tidak tebang pilih kepada pihak-pihak yang melanggar hukum.

Selain itu, infrastruktur serta sarana dan prasarana di setiap daerah harus betul-betul merata. Yang harus diprioritaskan, kata Yahya, pemerataan infrastruktur di kepulauan-kepulauan. 

Sebab, Indonesia merupakan negara maritim yang dikelilingi gugusan pulau.

"Kepulauan ini butuh penataan. Jadi, pembangunam harus merata di setiap daerah. Enggak cuma di Pulau Jawa saja," kata Yahya.

Pemimpin yang bersih

Elsa Efrina Nur Faidah, mahasiwi semester 8 Teknik Transportasi Laut ITS mengaku sebentar lagi ia akan lulus dan menjadi sarjana. Elsa juga punya keinginan untuk bisa bekerja di pemerintahan. 

Namun, Elsa berharap, siapapun presidennya nanti, pemimpin negeri ini bisa menjadikan pemerintahan yang bersih dan terbebas dari korupsi.

"Yang pasti janji politik harus ditepati. Program-progamnya betul-betul dijalankan dan negara tetap berjalan dengan baik," kata Elsa.

Mahasiswa semester 4 Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Rayhan Rhifandani mengaku, tidak memiliki kriteria khusus mengenai presiden yang ideal.

Namun, presiden harus memperhatikan masyarakat di berbagai pelosok negeri. Sebab, menurutnya, masih ada kasus masyarakat di Indonesia buta huruf.

Selain itu, ketimpangan ekonomi dan infrastruktur juga terjadi di daerah-daerah pelosok.

"Presiden harus bisa memberi perhatian lebih, khususnya kepada masyarakat yang berada di pelosok," kata Rayhan.

Rancangan program kerja, lanjut dia, harus disusun dengan baik agar setiap kebijakan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan kepentingan publik.

Mau dengar aspirasi warga

Muhammad Faruq, mahasiswa semester 2 Jurusan Teknik Komputer ITS berpendapat, presiden harus mau mendengar dan menjawab aspirasi rakyat.

Namun, masyarakat juga harus bergerak maju untuk memperbaiki diri. Sebab, ia yakin presiden dan pemerintahannya akan berusaha untuk membenahi persoalan yang terjadi selama ini.

"Sebenarnya tinggal kita saja yang mau ikut bergerak maju atau enggak, mau bersaing dengan negara luar enggak," kata dia.

Meski ada anggapan banyak warga negara asing bekerja di Indonesia, ia menilai itu tak akan terjadi apabila masyarakat Indonesia bisa bersaing.

"Saya pikir, bukan presiden mau menerima warga negara asing untuk bekerja di sini, tapi bagaimana kita survive dan bisa bersaing dengan mereka," kata Faruq.

https://regional.kompas.com/read/2019/04/29/12052831/kata-mahasiswa-its-soal-presiden-yang-dibutuhkan-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.