NEWS
Salin Artikel

Kisah Pasutri Jadi Caleg Beda Dukungan Capres, Klaim Kecempret hingga Usung Koalisi Cinta Indonesia

GARUT, KOMPAS.com – Kedewasaan masyarakat dalam berpolitik di Indonesia bisa terlihat dari pasangan suami istri Azam Jam Romdon dan Ranti Eka Pertiwi yang tinggal di Desa Girijaya Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut.

Meski pasangan suami istri, keduanya berani berbeda pilihan politik dengan menjadi calon legislatif dari dua partai berbeda.

Azam adalah calon legislatif dari Partai Berkarya di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Garut. Sementara, Ranti istrinya adalah calon legislatif di Dapil I Kabupaten Garut dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Karena berbeda partai, keduanya pun saat ini mengkampanyekan pasangan capres-cawapres yang berbeda.

Azam mengkampanyekan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, sementara Ranti mengkampanyekan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dunia politik, bagi Azam sendiri bukanlah hal baru. Dia banyak aktif dalam berbagai kegiatan di masyarakat, terutama di Kecamatan Cikajang.

Azam pernah berkarier di Partai Kebangkitan Bangsa hingga menjadi Sekretaris Jenderal DPC PKB Kabupaten Garut. Makanya, tahun 2009 dirinya pun sempat menjadi caleg PKB.

Selain berani maju sebagai calon legislatif, Azam ternyata juga pernah ikut mencalonkan diri menjadi calon Bupati Garut pada tahun 2004 lalu. Saat itu, pemilihan bupati masih dilakukan oleh anggota DPRD Garut.

Satu motif Azam terjun ke dunia politik sejak dulu, yaitu ingin melakukan perubahan. Ia menirukan perkataan John F Kennedy yaitu “berusaha berfungsi meluruskan segala sesuatu yg terasa mulai membengkok”

Azam menceritakan, dirinya menikahi istrinya, Ranti Eka Pertiwi pada tahun 2011 setelah mengenalnya dalam sebuah acara kesenian dan kebudayaan.

Azam sendiri selama ini memang aktif dalam berbagai aktivitas kebudayaan di Garut, begitu pula istrinya hingga keduanya pun saling berkenalan dan menikah.

Dari dunia kebudayaan, Azam dan istri belajar banyak soal kebebasan dan pengembangan berpikir.

Makanya, sejak lima tahun lalu dirinya telah mempersiapkan diri untuk maju dalam ajang pemilihan legislatif bersama istrinya.

“Saya fasilitasi istri saya untuk maju, pendidikannya juga lebih tinggi dari saya, potensinya besar istri saya,” jelas Azam saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Selasa (2/4/2019).

Meski sama-sama aktif di banyak kegiatan kemasyarakatan, menurut Azam, istrinya memang baru pertama kali maju menjadi calon legislatif.

Namun, dirinya meyakini dengan segala potensi yang dimiliki, istrinya bisa melenggang ke gedung DPRD Garut bersama dirinya.

Sementara soal adanya perbedaan pilihan politik, terutama untuk pilpres, menurut Azam, hal tersebut justru adalah sebuah pembelajaran bagi dirinya dan istri untuk bisa menempatkan kapasitasnya masing-masing.

“Perbedaan adalah pembelajaran, kita harus tahu kapasitas saat di keluarga dengan kapasitas kami ketika berpolitik, saling menghormati saja, saya lihat istri saya sekarang juga lebih keren dengan partainya,”kata Azam.

Azam mengakui, tiap kali kampanye memang banyak konstituen lebih banyak membahas soal capres cawapres.

Namun, meski banyak konstituen mengetahui Azam dan istrinya beda pilihan, konstituen tidak mempermasalahkannya.

Menurut Azam, justru saat dirinya kampanye masuk daerah dengan basis pemilih pasangan capres-cawapres 01, dirinya bisa menyampaikan bahwa istrinya pun calon legislatif dari partai pendukung koalisi capres-cawapres 01.

Begitu pula istrinya, saat kampanye masuk daerah basis pemilih 02, bisa menyampaikan suaminya calon legislatif dari partai pendukung 02.

“Ada kantor tim pemenangan 01 dan 02 yang berhadap-hadapan, panas suasananya tapi istri saya tetap bisa masuk ke 02, bahkan mau pasang baliho di sana,” katanya.

Azam mengaku, jika kelak bersama istrinya menjadi anggota DPRD Garut, dirinya sudah berbagi peran sesuai kapasitas masing-masing.

Istrinya, yang juga penulis novel, akan banyak konsen pada isu perbaikan soft skill masyarakat, sementara dirinya akan konsen pada isu perbaikan infrastruktur.

Jika Azam sudah malang melintang di dunia politik, Ranti Eka Pertiwi istrinya masih terbilang hijau dalam dunia politik. Ajang pencalegan pun baru pertama kali ia ikuti, sekaligus masuk dan bergabung dengan partai PKB.

“Tiket (caleg) PKB, dapat dari suami, karena bekas Sekjen PKB. Kan partai perlu caleg perempuan untuk kuota gender,” jelas Ranti saat ditemui di SMKN 1 Garut tempatnya mengajar, Selasa (2/4/2019) di sela istirahat mengajar.

Ranti yang juga lulusan Universitas Indonesia dari Fakultas Ilmu Budaya menuturkan, awalnya sempat takut masuk dunia politik karena tidak punya modal uang dan modal lainnya.

Namun, suaminya menyemangatinya. Karena, dengan menjadi anggota DPRD, bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

“Orangtua juga awalnya sempat kaget, tapi setelah diberi pemahaman tujuan dan manfaatnya, akhirnya mendoakan menang,” katanya.

Ranti mengaku, dirinya mencalonkan diri di dapil yang sering disebut para caleg di Garut sebagai “Dapil Neraka”.

Karena, di dapil ini caleg-caleg yang maju rata-rata tokoh masyarakat dan mempunyai modal yang kuat. Namun, dirinya tetap percaya diri maju.

“Saya lebih baik di sebut caleg gakin (Keluarga Miskin), atau caleg BPJS. Karena yang saya tawarkan ke masyarakat program, bukan uang. Tinggal masyarakatnya mau perubahan atau tidak,” katanya.

Ranti mengaku, saat mengisi daftar kekayaan caleg, dirinya mengisi dengan nol rupiah. Karena, memang tidak ada modal dalam pencalegannya. Saat proses di partai, dirinya difasilitasi partai. Sementara untuk APK, kebanyakan dari donasi para pendukungnya.

“Ada yang menanyakan kalau kalah gimana, saya siap kalah, karena saya tidak mengeluarkan banyak uang. Kalau menang, tinggal kerja aja yang benar,” katanya bersemangat.

Ranti mengaku, sebagai caleg muda dan dari kalangan perempuan, dirinya memang menyasar pemilih pemula dan kaum perempuan. Makanya, pola kampanyenya juga banyak memanfaatkan media sosial.

Dirinya pun membuat tagline kampanye bersama dengan suaminya yaitu "Kami siap berkarya untuk kebangkitan bangsa" yang menggambarkan partai yang jadi kendaraannya maju jadi caleg.

Sementara soal perbedaan pilihan dalam pilpres antara dirinya dengan suaminya, menurut Ranti hal tersebut telah menjadi konsekuensi politik mengingat partai mereka berdua berbeda.

Namun, untuk tidak sampai perbedaan tersebut meruncing, dirinya dan suami membangun koalisi yang diberi nama “Koalisi Cinta Indonesia”.

“Koalisi ini atas nama cinta Indonesia, kita melihat keberlangsungan Indonesia pasca Pilpres ini jangan sampai terpecah belah,” katanya.

Ranti melihat, beda dukungan dari dua kubu capres-cawapres saat ini memang sudah cukup meruncing. Kedua kubu pun memiliki nama masing-masing seperti kecebong dan kampret.

Karena dirinya dan suami berasal dari dua kubu tersebut, Ranti pun menamakan dirinya dan suami “kecempret” yang artinya kecebong dan kampret.

“Alhamdulillah, Koalisi Cinta Indonesia dan istilah kecempret banyak yang dukung, karena mereka melihat meski berbeda tapi tetap rukun,” katanya. 

https://regional.kompas.com/read/2019/04/02/15224881/kisah-pasutri-jadi-caleg-beda-dukungan-capres-klaim-kecempret-hingga-usung

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.