NEWS
Salin Artikel

Cun Ming Ungkap Kejanggalan Matinya Ratusan Hiu di Karimunjawa secara Mendadak

Merawat ikan selama 50 tahun, ratusan ikannya mati mendadak, pada Kamis (7/3/2019) lalu. Ia tak habis pikir mengapa hiunya bisa mati dengan cara seperti itu.

"Saya belum tahu matinya kenapa. Makanya saya mau tahu matinya kenapa. Saya bawa sampelnya ke laboratorium," kata Cun Ming, saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Jumat (22/3/2019) sore.

Dikatakan Cun Ming, bahwa ia telah merawat ikan predator itu selama 50 tahun terakhir. Selama itu pula, tidak pernah ada kejadian hiunya mati.

Ada lima kolam budidaya ikan di Pulau Menjangan Besar yang dia kelola. Dua dari lima kolam berisi hiu indukan atau yang melebihi 20 tahun. Sementara tiga sisanya diisi ikan konsumsi.

Ia pun tidak ingin menduga matinya hiu itu apakah ulah orang jahil atau penyebab lainnya.

Ia memilih membawa sampel daging, jeroan, insang, dan air kolam ke ke Balai Besar Veteriner di Wates, Yogyakarta. Butuh waktu sekitar 21 hari untuk mengetahui penyebab kematian.

Ia membawa ke tempat itu karena di laboratorium di Jepara di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau tidak mampu meneliti penyebab kematian.

"Air di kolam itu berwarna kuning. Padahal kolam lainnya warnanya putih," ujar pria berambut putih ini.

"Saya kalau matinya alami bisa terima, tapi kalau karena penyebab lain pasti saya kejar sampai kapanpun," tambahnya.

Cun Ming berharap kepolisian dapat menyelidiki secara serius kematian ratusan hiu di Karimunjawa.

"Saya minta polisi, kemarin saya laporkan bahwa kematiannya tidak wajar. Saya ndak tahu matinya kenapa," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono memastikan jajarannya menindaklanjuti laporan kematian ratusan hiu tersebut.

Polisi telah membentuk tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Polres Jepara untuk melakukan penyelidikan.

"Tim sudah dikirim ke sana. Langkah awal kami adalah melakukan klarifikasi kepada pemilik penangkaran itu, izin-izin penangkaran ada atau tidak sedang kami klarifikasi," kata Condro, seusai gelar pasukan pengamanan kampanye terbuka dan TPS Pemilu di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jumat (22/3/2019).

Condro mengatakan, kepolisian terus bergerak untuk melakukan penyelidikan terkait matinya hiu tersebut.

Namun demikian, polisi juga tengah menanti hasil laboratorium penyebab kematian ikan-ikan tersebut.

"Hasil lab akan keluar kurang lebih 15 hari lagi. Kemarin hasil lab dari Jepara tapi belum bisa, dan kemudian (sampel) dikirim ke Yogya," tambahnya. 

https://regional.kompas.com/read/2019/03/22/18243581/cun-ming-ungkap-kejanggalan-matinya-ratusan-hiu-di-karimunjawa-secara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.