Salin Artikel

Korban Banjir di Kampar Riau Mengeluh Tak Dapat Bantuan

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Kampar, Riau, mengeluh karena belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah setempat. Para korban terpaksa memakan makanan seadanya.

Terpantau di Desa Padang Luas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, banjir begitu parah. Ratusan rumah warga yang berada di dekat aliran sungai direndam air.

"Banjir di desa kami sudah lima hari. Yang terendam air sekitar 800 kepala keluarga (KK). Sampai sekarang, kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Kampar," kata Zulhendri (30), saat ditemui Kompas.com, Kamis.

Menurut dia, saat ini, sudah ada puluhan warga yang mengungsi ke rumah keluarga mereka.

"Warga mengungsi ke rumah-rumah saudaranya yang lebih tinggi. Kalau di lokasi banjir, ketinggian air sekitar 70 (sentimeter) sampai satu meter. Tapi, masih banyak juga yang bertahan di rumah," kata Zulhendri.

Banjir yang melanda permukiman warga, sangat berdampak terhadap perekonomian. Sebab, warga sulit untuk bekerja.

"Sekarang ini kami tidak bisa bekerja. Panen sawit enggak bisa, menyadap karet juga tidak bisa," ujar Zulhendri.

Memasuki hari kelima banjir ini, kata dia, stok kebutuhan pangan di rumah makin berkurang. Sehingga warga memakan makanan seadanya.

"Kami kami cari ikan untuk dimasak. Rata-rata warga sekarang cari ikan. Karena yang mau dimakan makin hari makin habis. Kadang makan indomie dan telur," ujar Zulhendri.

Oleh sebab itu, warga berharap kepada pemerintah untuk dapat menyalurkan bantuan.

"Yang kami butuhkan sekarang bantuan sembako. Sudah lima hari kami kebanjiran belum juga ada bantuan," imbuh Lukman, warga lainnya.

Dia mengaku, saat ini sudah mengungsi. Sebab, ketinggian air di dalam rumahnya lebih dari satu meter.

"Kami mengungsi ke rumah yang satu lagi. Kebetulan ada rumah yang tidak terdampak banjir," kata Lukman.

Selain rumah, tambah dia, ratusan hektar kebun sawit dan karet juga dilanda banjir, yang menyebabkan warga tidak bisa panen. Kemudian, sejumlah fasilitas umum, masjid, musalah, dan sekolah.

Sementara itu, di Desa Terangtang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, juga ratusan rumah warga yang mengalami kebanjiran. Di sini warga juga belum dapat bantuan.

"Belum ada juga. Sudah lima hari banjir di desa kami," ujar Azmi (30), pada Kompas.com, Kamis.

Dia mengatakan, warga saat ini membuat posko banjir alkadarnya. Sehingga, mereka memasak dan makan bersama-sama di posko tersebut.

"Posko kami yang buat. Kami kumpulkan uang untuk beli bahan untuk dimasak. Karena dari pemerintah belum ada bantuan dan juga dapur umum," kata Azmi.

Dampak banjir 

Kepala Desa Terantang Asmara Dewi mengatakan, sebanyak 786 KK yang terkena banjir.

"Sekarang ini hampir semua rumah warga yang banjir," kata Asmara, kepada Kompas.com.

Dia mengatakan, sejauh ini memang belum ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Kampar. Padahal, data warga yang kebanjiran sudah dikirim ke pemerintah.

"Korban banjir sudah didata dan saya kirim dua hari lalu. Tapi, bantuan sampai saat ini belum disalurkan," ujar Asmara.

Dia mengatakan, selain rumah, juga ada empat sekolah yang digenangi air. Kemudian, masjid dan juga musalah.

"Perkebunan warga juga banjir. Seperti kebun sawit ada sekitar 120 hektare, karet sekitar 56 hektare, dan sawah sekitar 35 hektare," sebut Asmara.

Menurut dia, akibat banjir ini, warga mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta berdasarkan hasil panen masyarakat.

Di tempat lain, warga Desa Alam Panjang, Kecamatan Rumbio Jaya, juga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

"Kami juga belum ada terima bantuan dari pemerintah Kampar. Padahal, banjir di desa kami sudah lima hari," kata Ujang Adrian (28).

Dia mengatakan, saat ini, banyak warga yang tidak bisa bekerja akibat banjir ini.

"Mau ke kebun enggak bisa. Jadi, kami masih bertahan di rumah saja. Jadi, kami harap secepatnyalah bantuan disalurkan," tambah Ujang.

Banjir di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, melanda 8 kecamatan.

Di antaranya, Kecamatan Siak Hulu, Rumbio Jaya, Kampar Utara, Kampar Kiri, Kampa, Tambang, XIII Koto Kampar, dan Kecamatan Kampar.

Sedikitnya ada sekitar 1.299 KK yang terkena banjir. Selain itu, juga ada sekolah, tempat ibadah, dan kantor instansi pemerintah.

Sebagaimana diketahui, banjir ini disebabkan karena luapan air Sungai Kampar setelah dibuka lima pintu air di Waduk PLTA Koto Panjang. Luapan air sungai berdampak kepada masyarakat yang tinggal di sisi hilir sungai.

https://regional.kompas.com/read/2018/12/13/20543791/korban-banjir-di-kampar-riau-mengeluh-tak-dapat-bantuan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke