NEWS
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Korban Banjir di Kampar Riau Mengeluh Tak Dapat Bantuan

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Kampar, Riau, mengeluh karena belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah setempat. Para korban terpaksa memakan makanan seadanya.

Terpantau di Desa Padang Luas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, banjir begitu parah. Ratusan rumah warga yang berada di dekat aliran sungai direndam air.

"Banjir di desa kami sudah lima hari. Yang terendam air sekitar 800 kepala keluarga (KK). Sampai sekarang, kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Kampar," kata Zulhendri (30), saat ditemui Kompas.com, Kamis.

Menurut dia, saat ini, sudah ada puluhan warga yang mengungsi ke rumah keluarga mereka.

"Warga mengungsi ke rumah-rumah saudaranya yang lebih tinggi. Kalau di lokasi banjir, ketinggian air sekitar 70 (sentimeter) sampai satu meter. Tapi, masih banyak juga yang bertahan di rumah," kata Zulhendri.

Banjir yang melanda permukiman warga, sangat berdampak terhadap perekonomian. Sebab, warga sulit untuk bekerja.

"Sekarang ini kami tidak bisa bekerja. Panen sawit enggak bisa, menyadap karet juga tidak bisa," ujar Zulhendri.

Memasuki hari kelima banjir ini, kata dia, stok kebutuhan pangan di rumah makin berkurang. Sehingga warga memakan makanan seadanya.

"Kami kami cari ikan untuk dimasak. Rata-rata warga sekarang cari ikan. Karena yang mau dimakan makin hari makin habis. Kadang makan indomie dan telur," ujar Zulhendri.

Oleh sebab itu, warga berharap kepada pemerintah untuk dapat menyalurkan bantuan.

"Yang kami butuhkan sekarang bantuan sembako. Sudah lima hari kami kebanjiran belum juga ada bantuan," imbuh Lukman, warga lainnya.

Dia mengaku, saat ini sudah mengungsi. Sebab, ketinggian air di dalam rumahnya lebih dari satu meter.

"Kami mengungsi ke rumah yang satu lagi. Kebetulan ada rumah yang tidak terdampak banjir," kata Lukman.

Selain rumah, tambah dia, ratusan hektar kebun sawit dan karet juga dilanda banjir, yang menyebabkan warga tidak bisa panen. Kemudian, sejumlah fasilitas umum, masjid, musalah, dan sekolah.

Sementara itu, di Desa Terangtang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, juga ratusan rumah warga yang mengalami kebanjiran. Di sini warga juga belum dapat bantuan.

"Belum ada juga. Sudah lima hari banjir di desa kami," ujar Azmi (30), pada Kompas.com, Kamis.

Dia mengatakan, warga saat ini membuat posko banjir alkadarnya. Sehingga, mereka memasak dan makan bersama-sama di posko tersebut.

"Posko kami yang buat. Kami kumpulkan uang untuk beli bahan untuk dimasak. Karena dari pemerintah belum ada bantuan dan juga dapur umum," kata Azmi.

Dampak banjir 

Kepala Desa Terantang Asmara Dewi mengatakan, sebanyak 786 KK yang terkena banjir.

"Sekarang ini hampir semua rumah warga yang banjir," kata Asmara, kepada Kompas.com.

Dia mengatakan, sejauh ini memang belum ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Kampar. Padahal, data warga yang kebanjiran sudah dikirim ke pemerintah.

"Korban banjir sudah didata dan saya kirim dua hari lalu. Tapi, bantuan sampai saat ini belum disalurkan," ujar Asmara.

Dia mengatakan, selain rumah, juga ada empat sekolah yang digenangi air. Kemudian, masjid dan juga musalah.

"Perkebunan warga juga banjir. Seperti kebun sawit ada sekitar 120 hektare, karet sekitar 56 hektare, dan sawah sekitar 35 hektare," sebut Asmara.

Menurut dia, akibat banjir ini, warga mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta berdasarkan hasil panen masyarakat.

Di tempat lain, warga Desa Alam Panjang, Kecamatan Rumbio Jaya, juga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

"Kami juga belum ada terima bantuan dari pemerintah Kampar. Padahal, banjir di desa kami sudah lima hari," kata Ujang Adrian (28).

Dia mengatakan, saat ini, banyak warga yang tidak bisa bekerja akibat banjir ini.

"Mau ke kebun enggak bisa. Jadi, kami masih bertahan di rumah saja. Jadi, kami harap secepatnyalah bantuan disalurkan," tambah Ujang.

Banjir di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, melanda 8 kecamatan.

Di antaranya, Kecamatan Siak Hulu, Rumbio Jaya, Kampar Utara, Kampar Kiri, Kampa, Tambang, XIII Koto Kampar, dan Kecamatan Kampar.

Sedikitnya ada sekitar 1.299 KK yang terkena banjir. Selain itu, juga ada sekolah, tempat ibadah, dan kantor instansi pemerintah.

Sebagaimana diketahui, banjir ini disebabkan karena luapan air Sungai Kampar setelah dibuka lima pintu air di Waduk PLTA Koto Panjang. Luapan air sungai berdampak kepada masyarakat yang tinggal di sisi hilir sungai.

https://regional.kompas.com/read/2018/12/13/20543791/korban-banjir-di-kampar-riau-mengeluh-tak-dapat-bantuan

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tata Kelola Danau Toba Pasca-F1H20

Tata Kelola Danau Toba Pasca-F1H20

Regional
Gencarkan Citra “Makassar Kota Makan”, Walkot Danny Ajak Apeksi Nikmati 50 Jenis Makanan Tradisional

Gencarkan Citra “Makassar Kota Makan”, Walkot Danny Ajak Apeksi Nikmati 50 Jenis Makanan Tradisional

Regional
Patriarki dan Kekerasan terhadap Perempuan Adat

Patriarki dan Kekerasan terhadap Perempuan Adat

Regional
Buku Bupati Hamim “Belajar dari Bone Bolango” Tuai Banyak Respons Positif

Buku Bupati Hamim “Belajar dari Bone Bolango” Tuai Banyak Respons Positif

Regional
Jokowi Larang ASN Bukber, Bupati Sumenep: Kami Ikuti Arahan Pak Presiden

Jokowi Larang ASN Bukber, Bupati Sumenep: Kami Ikuti Arahan Pak Presiden

Regional
Tatkala Jawa Mulai Rusak

Tatkala Jawa Mulai Rusak

Regional
Sejalan dengan Soekarno, PDI-P Jatim Tolak Kehadiran Israel di Jatim

Sejalan dengan Soekarno, PDI-P Jatim Tolak Kehadiran Israel di Jatim

Regional
Papeda: Antara Jatuh Gengsi dan Masa Depan Ketahanan Pangan

Papeda: Antara Jatuh Gengsi dan Masa Depan Ketahanan Pangan

Regional
Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Regional
Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Regional
Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Regional
Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Regional
Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Regional
Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Regional
Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke