NEWS
Salin Artikel

Pengakuan Keluarga dari Salah Satu Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka

Menurut pengakuan paman korban, Fajar Sembiring, sebelum keponakannya ditemukan meninggal dunia, korban sempat menelepon keluarganya yang berada di kampung halaman di Langkat, Sumatera Utara.

"Empat hari sebelum kejadian dia sempat menelepon kami untuk memberitahu bahwa akan pulang kampung ke Langkat (Indonesia) menggunakan speedboat," sebut Fajar kepada wartawan.

Dia mengatakan, korban sudah empat bulan bekerja di Malaysia dan ingin pulang ke Indonesia karena sedang sakit.

Setelah beberapa hari kemudian, pihak keluarga menghubungi korban, namun nomor telepon seluler yang dituju tidak aktif.

"Nomor handphone tidak aktif, WhatsApp juga tidak aktif. Kami jadi resah, karena (korban) katanya akan pulang ke Langkat menggunakan speed boat," ucap Fajar.

Pada tanggal 21 November 2018, pihak keluarga mendapat berita bahwa ada penemuan sejumlah mayat mengapung di Perairan Selat Malaka.

"Setelah mendapat informasi adanya korban, kami langsung berangkat ke Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru," akui Fajar.

Kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan petugas rumah sakit untuk dilakukan pencocokan data riwayat korban.

"Setelah kami cek, ternyata benar itu Marian Suhadi. Tandanya ada jempol kaki yang bengkok. Itu bawaan lahir. Kemudian gelang dan pakaian dia yang kami kenali," jelas Fajar.

Pihak RS Bhayangkara Polda Riau pun melakukan pencocokan data antemortem dan posmortem. Alhasil, benar bahwa itu adalah jenazah Marian Suhadi.

11 jenazah

Hingga saat ini, Jumat (7/12/2018) sudah 11 jenazah yang ditemukan di Perairan Selat Malaka. Tujuh jenazah masih di RS Bhayangkara Polda Riau dan belum teridentifikasi. Tiga dibawa keluarga dan satu sudah dimakamkan di Dumai.

Sementara dua korban lainnya yang sudah teridentifikasi, yakni Mimi Dewi (32) dan Ujang Chaniago (48). Keduanya warga asal Sumatera Barat.

Selain itu, informasi yang didapat aparat Polres Bengkalis dari keluarga Mimi Dewi, sebelumnya korban memang berada di Malaysia yang akan pulang ke Dumai menggunakan kapal.

Korban diduga pulang bersama seorang anaknya yang masih balita. Namun, anak korban sampai saat ini belum ditemukan.

Bahkan, sebelum korban berangkat ke Indonesia, korban dijemput oleh seseorang berinisial A. Polisi sedang mencari siapa A ini.

Sejauh ini polisi belum bisa memastikan apakah para jenazah ini korban kapal tenggelam yang ditumpangi TKI ilegal.

"Belum ada titik terang. Kasus ini belum bisa kita simpulkan, karena petugas masih melakukan penyelidikan. Tim juga sedang mendalami keterangan keluarga korban yang teridentifikasi," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada Kompas.com.

Sedangkan untuk mengungkap kasus ini, pihak kepolisian bekerja sama dengan LO Polri yang berada di Malaysia.

https://regional.kompas.com/read/2018/12/07/13133201/pengakuan-keluarga-dari-salah-satu-mayat-yang-ditemukan-di-selat-malaka

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.