NEWS
Salin Artikel

Kesal Harga Anjlok, Peternak Bagikan 1.500 Ayam Gratis

Mereka khawatir tidak kebagian ayam yang dibagikan oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging eks Karesidenan Surakarta. Pembagian ayam gratis dimulai pukul 08.00 WIB.

Awalnya, pembagian ayam berlangsung tertib. Ada lima titik pembagian ayam yang disiapkan panitia. Masing-masing titik turut dijaga petugas kepolisian. Namun, mendekati akhir pembagian, suasana semakin tidak kondusif.

Warga saling berdesakan dan terjadi aksi saling dorong. Aksi warga ini pun sempat diperingatkan oleh seorang petugas polwan menggunakan pengeras suara dari atas panggung. Namun, peringatan itu tidak diindahkan oleh warga.

Akibatnya, beberapa warga yang mengantre di tengah pembagian ayam gratis terjepit. Bahkan, seorang ibu yang menggendong anaknya yang masih balita terpaksa dikeluarkan dari antrean pembagian ayam.

"Iya, tadi sempat berdesakan dan saling dorong. Karena warga yang mengantre sudah banyak. Semua pada ingin dapat ayam," kata seorang warga Kecamatan Laweyan, Tuti kepada Kompas.com, Rabu.

Tuti mengatakan tidak ada syarat khusus untuk mendapatkan seekor ayam potong. Awalnya ia tidak mengetahui kalau ada pembagian ayam gratis di pasar.

"Enggak tahu kalau ada pembagian ayam. Tadinya saya ke pasar pukul 07.00 WIB tujuannya mau belanja. Pas mau pulang kok ada ramai-ramai, saya mendekat ikut mengantre dapat ayam," ungkap dia.

Setelah menerima ayam tersebut kata Tuti, dirinya mencelupkan jari tangannya ke dalam tinta berwarna biru sebagai tanda telah menerima seekor ayam. 

"Enggak ada syarat. Cuma ikut mengantre setelah dapat ayamnya disuruh mencelupkan jari tangan sama panitia," jelas Tuti.

Warga lain, Sujirah mengatakan, biasanya untuk makan daging ayam ia harus membeli di pasar seharga Rp 30.000 per kilogram. Dengan adanya pembagian ayam gratis, ia bisa menghemat pengeluaran.

"Biasanya beli di pasar kalau ingin makan ayam. Ini tadi dapat ayam potong gratis sehingga uangnya bisa saya pakai untuk lainnya," jelas dia.

Ketua Pinsar Jateng, Parjuni mengatakan, pembagian ayam gratis dilakukan secara spontan untuk membantu peternak anak yang merugi karena harga ayam turun.

Harga ayam lepas kandang di tingkat peternak yang semula Rp 18.000 per kilogram turun menjadi Rp 13.000 per kilogram.

Parjuni menyebut ada 1.500 ayam potong dari 15 peternak ayam di wilayah eks Karesidenan Surakarta yang dibagikan secara gratis kepada warga.

"Ayam ini kami bagikan gratis untuk masyarakat. Biar warga yang kesulitan membeli ayam bisa menikmatinya," kata dia.

Melalui pembagian ayam gratis tersebut, Parjuni berharap pemerintah lebih memperhatikan peternak rakyat.

Harga ayam dapat segera dinaikkan sehingga peternak ayam tidak merugi.

"Selama ini memang mandiri melawan peternak ayam besar jadi enggak mungkin kami bisa menang. Makanya melalui ini (pembagian ayam gratis) pemerintah bisa memperhatikan peternak rakyat," beber dia.

Parjuni juga meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga bibit ayam dan pakan serta menegakkan peraturan pemerintah untuk mengatur tentang distribusi bibit ayam, yakni 50 persen peternak mandiri dan 50 persen peternak perusahaan.

Selama ini yang terjadi, katanya, 20 persen peternak mandiri dan 80 persen peternak perusahaan.

https://regional.kompas.com/read/2018/09/26/12505081/kesal-harga-anjlok-peternak-bagikan-1500-ayam-gratis

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.