NEWS
Salin Artikel

Kisah Petani Madu Kelulut dan Sulitnya Mendapatkan Madu Pahit (2)

Dua desa yang saat ini mulai berkembang dengan madunya, yakni Desa Pelangas dan Desa Pangkal Beras. Kedua desa tersebut bahkan secara terbuka telah mengklaim sebagai desa madu. Namun begitu, jenis madu yang dihasilkan berbeda.

Desa Pelangas terkenal dengan madu alam liarnya. Sementara Desa Pangkal Beras mulai bergerak dengan madu hasil budidaya. Masyarakat setempat menyebut madu budidaya ini sebagai madu kelulut.

Kompas.com yang melakukan penelusuran di lapangan menemukan fakta bahwa lebah madu kelulut tidak menyengat manusia. Namun pengunjung harus tetap berhati-hati karena lebah madu ini suka hinggap di kepala dan masuk di sela rambut.

Selain itu, lebah madu kelulut ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil. Kelulut sendiri bagi masyarakat Bangka berarti pelaket (perekat). Sementara di Sumatera Barat disebut galo-galo.

Petani madu kelulut, Saidin mengatakan, saat ini di Desa Pangkal Beras terdapat sedikitnya 1.000 koloni budidaya madu kelulut.

Usaha madu tersebut diusahakan secara perorangan dengan jumlah pembudidaya sebanyak 19 petani.

"Kotak untuk setiap koloni kami buat sendiri. Posisinya disusun berjejer atau berkelompok. Agar kawanannya bisa lebih banyak," kata Saidin saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (9/9/2018).

Saidin mengungkapkan, budidaya madu kelulut tergolong sederhana dan lokasinya bisa dengan sistem tumpang sari di kebun karet atau nangka.

"Satu koloni bisa menghasilkan setengah liter madu. Kami bisa panen sebulan sekali," ujar Saidin yang telah memiliki 300 koloni.

Keberadaan para petani madu menarik perhatian KPHP Unit I Rambat Menduyung yang menginduk pada Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah V Palembang.

Kelompok tani hutan dipersiapkan agar kawasan hutan lindung dan konservasi ikut dijaga masyarakat.

Selama ini, sumber asupan bagi lebah liar maupun budidaya berasal dari bunga pepohonan yang tumbuh lebat sepanjang tahun.

"Harapan kami ada bantuan pembuatan koloni. Semakin banyak koloni kan hasilnya juga banyak," sebut Saidin.

Madu pahit

Jika selama ini madu dikenal dengan rasanya yang manis, maka di Bangka kita bisa menemukan madu pahit hutan pelawan.

Madu pahit merupakan madu langka yang masa panennya membutuhkan tingkat kejelian yang tinggi.

Pasalnya, madu pahit hanya dihasilkan dari bunga pohon pelawan yang masa berseminya pada waktu tertentu saja.

Kepala Desa Pelangas, Welly Wahyudi mengatakan, rasa madu kerap dipengaruhi jenis bunga yang dihinggapi lebah.

"Daerah ini hutan pelawannnya sangat luas, jadi bisa menghasilkan madu pahit pelawan. Untuk memanen biasanya ada pawang yang sudah berpengalaman," beber Welly.

Dia mengungkapkan, madu pahit hutan pelawan harganya bisa mencapai 3 kali lipat dari harga madu manis. Masa panen yang terbatas membuat madu ini sulit didapatkan.

"Saat bunga pohon pelawan mekar, biasanya madu pahit akan ada. Jangan sampai tercampur dengan musim bunga pohon yang lain, rasanya berubah," paparnya.

Tercatat saat ini luas hutan lindung dalam pengawasan KPHP Rambat Menduyung mencapai 12.035 hektar dan 42.459 hektar hutan produksi.

Masyarakat diberi ruang untuk budidaya madu maupun tanaman tumpang sari seperti serai wangi dan kunyit tanpa mengubah bentang alamnya (morfologi).

https://regional.kompas.com/read/2018/09/10/11155351/kisah-petani-madu-kelulut-dan-sulitnya-mendapatkan-madu-pahit-2

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.